Jumat, 11 Januari 2013

Violence in the Relationship = Ketinggalan Jaman

    Ketika seorang temen menceritakan masalahnya kepadaku, aku hanya berusaha to be a good listener, dan sesekali memberikan saran, yang kurasa tidak cukup untuk menenangkan pikirannya yang sedang kalut, but at least sebenernya tanpa sadar, itu sebuah kepercayaan besar dari temen aku hingga ia mau menceritakan padaku semua hal yang ia alami, sebuah amanah yang harus aku jaga, dan dari pengalamannya dia menjadi pelajaran besar untuk diriku tentunya.

    Diam-diam aku mengambil kesimpulan bahwa kekerasan terhadap perempuan pada dasarnya merujuk pada kekerasan yang bersifat fisik maupun psikologis yang dilakukan laki-laki terhadap pasangannya. Kekerasan itu bisa muncul dalam bentuk Physical Abuse, seperti tamparan, pukulan, menendang , meludah, menjambak, memukul, mendorong atau bahkan Emotional Abuse, seperti rasa memiliki yang berlebihan, rasa cemburu yang brutal, suka merusak barang pribadi pasangannya, mengisolasi pasangan dari sahabat-sahabatnya. It’s totally jerk *straightface*
Hubungan pacaran yang sehat seharusnya melibatkan hal-hal ini :
1. Mereka seharusnya percaya satu sama lain
2. Udah seharusnya juga saling berkomunikasi secara jujur dan terbuka
3. Sama-sama saling menghargai pilihan dan perbedaan disetiap pendapat
4. Saling memiliki kepedulian, saling berbagi dan visi kehidupan yang relative sama.
5. Menghabiskan waktu berdua boleh aja, tapi harus bisa juga saling menghargai waktu masing-masing.

Sekarang udah ga jaman, laki-laki kasar ke pasangannya. Kekerasan, apapun alasannya, bukanlah cara apalagi jawaban untuk menyelesaikan segala persoalan dan memelihara sebuah hubungan. Laki-laki yang kasar = BANCI , yaa I think so . . kadang dari lontaran kalimat yang ga enak didenger, bisa berkembang jadi kekerasan fisik seperti tamparan dll, nah klo udah begini,biasanya kenapa dya kaya gitu, alasannya “semua ini untuk bikin kamu belajar” , atau “ aku kaya gitu karena aku sayang kamu”. Errghhh~ girls, it’s not how a gentleman is supposed to be…..
Setuju ga sih klo aku bilang perempuan adalah orang yang berhak untuk mengatakan “tidak” untuk hal-hal yang tidak kita sukai dan klo kita ngerasa ga nyaman, lebih baik dikomunikasi kan, kan biar si cowok juga nyadar , klo sebenernya yang dya lakuin itu salah. Tapi klo udah dikomunikasikan tetep ga mempan… watch out girl!! Karena masalah ini bukan untuk disimpan sendiri, karena bisa jadi kamu malah merasa semua ini adalah takdir perempuan atau merasa memang kamu yang bersalah dan pantas untuk disakiti. Ho ho . . . . . it’s Big NO NO. . . . klo kamu disakiti pasanganmu, bukan berarti karena kamu pantas untuk disakiti, jangan pernah menyalahkan diri sendiri atas apa yang telah kamu (perempuan) lakukan. Jika memang kita salah (Karena manusia juga ngga luput dari kesalahan kan?), seharusnya pasangan kamu bisa ngomong baik-baik dong yah. Sadar klo kamu bukan wanita bodoh yang pantas diperlakukan seperti itu.

Jadi tunjukkan bahwa Kita adalah wanita yang pantas untuk dihargai. Stop VIOLENCE in the relationships !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar