Senin, 28 Januari 2013

Status Mereka Bukan Bahan Lelucon

     Pagi ini hingga menjelang sore hari harus dikotori dengan komentar-komentar negatif orang-orang diluar sana, dan aku muak dengan kalimat "Ganja - Janda". pemikiran kalian pada sakit itu sih. Tidak focus dikasus malah melecehkan status seseorang. Astaga! Dimana otak kaliaaaaaaaaaan? Mensejajarkan ganja dan janda. Broadcast message kali ini bener-bener bikin gerah, terutama yang posting tweet dengan lelucon konyol mengenai dua hal tersebut. Think twice before you spoken lah yaa. Aku juga pernah kok komentar tentang kasus-kasus yang ada dipublik, tapi bukan dengan cara yang nyeleneh kaya gitu.
Status janda di era sekarang udah ga aneh, dan udah bukan hal baru lagi. Janda itu ada dua golongan, yang pertama mereka berstatus janda karena ditinggal mati suaminya, dan yang kedua, mereka berstatus janda karena perpisahan dipengadilan. Mereka sama kok dengan para gadis lainnya. Cuma ada 1perbedaan mungkin yah, dan menurutku itu bukan hal yang penting dan pantas untuk kalian ejek. Apalagi untuk seseorang yang sampai sekarang masih jadi single parents, I want to give standing applause to you. Para single parents itu hebat, mereka memposisikan diri dengan 2kepribadian untuk anak-anaknya, bersikap tegas dan melindungi bagai seorang ayah, dan bersikap lembut dan menyayangi bagai seorang ibu. Itu bukan hal yang mudah untuk dijalani dalam waktu yang bersamaan. Perang batin, mungkin udah mainstream bagi mereka, tapi laknatlah kalian yang underestimate dengan(nya). Status janda itu ga hina, mereka cuma sebagian orang yang kurang beruntung dalam mengarungi bahtera rumahtangga-nya. Andai sebelumnya mereka bisa memilih dan mengetahui akan nasib hidup mereka selanjutnya setelah menikah, mungkin mereka ga akan memutuskan untuk menikah dengan(nya) klo tau akan berakhir dengan perceraian. Siapa sih yang mau? Semua wanita juga ingin rumahtangganya baik-baik aja, hidup dengan lelaki pilihannya, mempunyai keluarga kecil dengan 2orang buah hatinya, selalu harmonis dan saling menyayangi. "No one knows the fate of a person"
      Dan kalian !! jangan habiskan masa muda kalian hanya untuk melecehkan status seseorang dengan lelucon-lelucon bodoh. Coba berfikir, klo itu ada diposisi kalian, dengan status ibu kalian yang (maaf) janda karena perceraian, dan kalian tau, banyak orang diluar sana yang mengejeknya. Apa kalian rela? Klo aku boleh milih, aku lebih baik diam. Sayang aja mulut ini klo dipake hanya untuk menjatuhkan atau menghina status seseorang. Tanpa komentar dengan lelucon-lelucon bodoh di social media, karena akan ada yang merasa tersinggung dengan kata-kata yang kita anggap sebuah "bercandaan semata". Bahaya loh. yaaa cuma sekedar ngingetin aja sih. Aku jadi inget omongan mama "Klo pedang ngelukain hati, masih ada harapan untuk sembuh, tapi klo lidah ngelukain hati, hendak kemana obat dicari" maka udah seharusnya kita hati-hati dalam bertutur kata. :)

   Terus semangat untuk kalian yang sanggup mengurus anak-anaknya seorang diri. Berharap masa depan kalian terutama anak-anak kalian jauh lebih baik dibanding orang-orang yang mengejek saat ini. Single parents = single fighter :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar