Siapa sangka bahwa pertemuan yang tidaksengaja malah membawa kita jadi punya hubungan? Hubungan yang lebih dari teman, karena kenyamanan yang kita rasa. Dengan dua hobby yang berbeda, ternyata kita bisa, kita bisa ngejalanin dan itu semua dalam waktu yang tidak singkat, kita sama-sama membangun rasa sayang, rasa saling berbagi dan selama itupula aku belajar mengenal kamu dan hari-harimu. Segala macam masalah (kita) sudahku selsaikan satu persatu dan membuatku belajar menaklukan sifat keras yang kamu punya. Kamu begitu protect, kamu begitu keras kepala, yaaa bisa dibilang over posesifnya sih dengan alasan karena kamu sayang aku (katanya), tapi bukan itu cara yang aku mau. Bukan itu aksi yang aku inginkan dari kamu. Aku yang tadinya hanya seorang perempuan biasa dengan segala macam emosi yang aku punya, (bisa) berubah menjadi wanita yang sabar, sabar akan semua sifat keras kepalanya kamu, sabar akan sifat galaknya kamu, egoisnya kamu, manjanya kamu. Selama ini ketika kamu jadi api, aku berusaha untuk jadi air, karena aku tau, klo aku ga berusaha ngontrol diri aku, itu ga akan ada habisnya, kita akan sama-sama panas.
Semakin lama berjalannya hubungan kita, semakin banyak masalah yang berdatangan. Mungkin itu cara tuhan yang menginginkan aku untuk terus belajar tegar. Aku berusaha untuk bersikap normal supaya kamu tak perlu khawatir dan membenarkan sikap protect terhadapku, nyatanya fikiranku salah, kamu tetep aja ngelarang aku banyak hal dan aku menurutinya, karena aku berusaha dan hanya ingin menjaganya agar kita tetap baik-baik aja. Sebenarnya aku ga habis fikir, kok tega yaa kamu selingkuh dibelakangku dengan wanita yang kau cap "lonte" , dengan besar hati aku bilang :
"Klo kamu mau nakal, klo kamu mau macem-macem sama perempuan malam itu, silahkaan. Tapi aku mohon, tinggalin aku dulu, lepasin aku, biarkan aku dapat yang jauh lebih baik dari kamu, baru kamu bisa bebas dengan semuanya"
Nyatanya kamu tetep pilih aku, kepercayaan yang selama ini aku kasih, tiba-tiba kamu rusak dalam beberapa jam. Dan itu susah untuk ngembaliin kepercayaan aku. Sekarang kamu baru sadar, ternyata hadirnya aku dihidupmu membawa hal positif untuk dirimu, dan kamu menyesalinya. Kini kamu mengeluh bahwa kuliahmu tak beraturan dan tak kunjung selsai karena aku sudah tidak lagi menjadi alarm dihari-harimu... Suara penyesalan itu muncul dari mulutmu. But yaa hhhh it's too late boy! :) dan sayangnya, aku akan terus melangkah dengan hidup yang aku punya. Awalnya aku sedih dan ngerasa seolah bumi tiba-tiba mendadak berhenti berputar, jam pun berhenti berdetak ketika kamu memutuskan hubungan denganku, tapi dengan berjalannya waktu, aku sadar akan tiba saatnya kita memang harus putus, akan tiba saatnya aku berhenti menyayangimu, akan tiba saatnya aku lelah bersabar dengan segala keegoisanmu. Sekarang kamu melakukan beberapa hal yang menurutku, "Itu bukan kamu banget" untuk apa? Untuk membuat aku iba dan balik sama kamu lagi? Maaf, aku hanya bisa memaafkan kesalahanmu yang dulu, dan mungkin aku terlalu batu karena ga bisa to give you a change to be a better person. Karena pada kenyataannya, aku bukan wanita hebat seperti yang kamu bilang, aku juga bukan wanita super lembut dan super baik seperti yang kamu rasakan selama ini. Aku hanya wanita biasa yang masih limit banget kesabaran yang aku punya.
Don't put a big expectation on me if i'm not into it, you'll regret... :) and Thus, I just wanna say to you: goodbye it was an amazing 3,5years. I remain as your friend :) ciaoooo...
Senin, 28 Januari 2013
Status Mereka Bukan Bahan Lelucon
Pagi ini hingga menjelang sore hari harus dikotori dengan komentar-komentar negatif orang-orang diluar sana, dan aku muak dengan kalimat "Ganja - Janda". pemikiran kalian pada sakit itu sih. Tidak focus dikasus malah melecehkan status seseorang. Astaga! Dimana otak kaliaaaaaaaaaan? Mensejajarkan ganja dan janda. Broadcast message kali ini bener-bener bikin gerah, terutama yang posting tweet dengan lelucon konyol mengenai dua hal tersebut. Think twice before you spoken lah yaa. Aku juga pernah kok komentar tentang kasus-kasus yang ada dipublik, tapi bukan dengan cara yang nyeleneh kaya gitu.
Status janda di era sekarang udah ga aneh, dan udah bukan hal baru lagi. Janda itu ada dua golongan, yang pertama mereka berstatus janda karena ditinggal mati suaminya, dan yang kedua, mereka berstatus janda karena perpisahan dipengadilan. Mereka sama kok dengan para gadis lainnya. Cuma ada 1perbedaan mungkin yah, dan menurutku itu bukan hal yang penting dan pantas untuk kalian ejek. Apalagi untuk seseorang yang sampai sekarang masih jadi single parents, I want to give standing applause to you. Para single parents itu hebat, mereka memposisikan diri dengan 2kepribadian untuk anak-anaknya, bersikap tegas dan melindungi bagai seorang ayah, dan bersikap lembut dan menyayangi bagai seorang ibu. Itu bukan hal yang mudah untuk dijalani dalam waktu yang bersamaan. Perang batin, mungkin udah mainstream bagi mereka, tapi laknatlah kalian yang underestimate dengan(nya). Status janda itu ga hina, mereka cuma sebagian orang yang kurang beruntung dalam mengarungi bahtera rumahtangga-nya. Andai sebelumnya mereka bisa memilih dan mengetahui akan nasib hidup mereka selanjutnya setelah menikah, mungkin mereka ga akan memutuskan untuk menikah dengan(nya) klo tau akan berakhir dengan perceraian. Siapa sih yang mau? Semua wanita juga ingin rumahtangganya baik-baik aja, hidup dengan lelaki pilihannya, mempunyai keluarga kecil dengan 2orang buah hatinya, selalu harmonis dan saling menyayangi. "No one knows the fate of a person"
Dan kalian !! jangan habiskan masa muda kalian hanya untuk melecehkan status seseorang dengan lelucon-lelucon bodoh. Coba berfikir, klo itu ada diposisi kalian, dengan status ibu kalian yang (maaf) janda karena perceraian, dan kalian tau, banyak orang diluar sana yang mengejeknya. Apa kalian rela? Klo aku boleh milih, aku lebih baik diam. Sayang aja mulut ini klo dipake hanya untuk menjatuhkan atau menghina status seseorang. Tanpa komentar dengan lelucon-lelucon bodoh di social media, karena akan ada yang merasa tersinggung dengan kata-kata yang kita anggap sebuah "bercandaan semata". Bahaya loh. yaaa cuma sekedar ngingetin aja sih. Aku jadi inget omongan mama "Klo pedang ngelukain hati, masih ada harapan untuk sembuh, tapi klo lidah ngelukain hati, hendak kemana obat dicari" maka udah seharusnya kita hati-hati dalam bertutur kata. :)
Terus semangat untuk kalian yang sanggup mengurus anak-anaknya seorang diri. Berharap masa depan kalian terutama anak-anak kalian jauh lebih baik dibanding orang-orang yang mengejek saat ini. Single parents = single fighter :)
Status janda di era sekarang udah ga aneh, dan udah bukan hal baru lagi. Janda itu ada dua golongan, yang pertama mereka berstatus janda karena ditinggal mati suaminya, dan yang kedua, mereka berstatus janda karena perpisahan dipengadilan. Mereka sama kok dengan para gadis lainnya. Cuma ada 1perbedaan mungkin yah, dan menurutku itu bukan hal yang penting dan pantas untuk kalian ejek. Apalagi untuk seseorang yang sampai sekarang masih jadi single parents, I want to give standing applause to you. Para single parents itu hebat, mereka memposisikan diri dengan 2kepribadian untuk anak-anaknya, bersikap tegas dan melindungi bagai seorang ayah, dan bersikap lembut dan menyayangi bagai seorang ibu. Itu bukan hal yang mudah untuk dijalani dalam waktu yang bersamaan. Perang batin, mungkin udah mainstream bagi mereka, tapi laknatlah kalian yang underestimate dengan(nya). Status janda itu ga hina, mereka cuma sebagian orang yang kurang beruntung dalam mengarungi bahtera rumahtangga-nya. Andai sebelumnya mereka bisa memilih dan mengetahui akan nasib hidup mereka selanjutnya setelah menikah, mungkin mereka ga akan memutuskan untuk menikah dengan(nya) klo tau akan berakhir dengan perceraian. Siapa sih yang mau? Semua wanita juga ingin rumahtangganya baik-baik aja, hidup dengan lelaki pilihannya, mempunyai keluarga kecil dengan 2orang buah hatinya, selalu harmonis dan saling menyayangi. "No one knows the fate of a person"
Dan kalian !! jangan habiskan masa muda kalian hanya untuk melecehkan status seseorang dengan lelucon-lelucon bodoh. Coba berfikir, klo itu ada diposisi kalian, dengan status ibu kalian yang (maaf) janda karena perceraian, dan kalian tau, banyak orang diluar sana yang mengejeknya. Apa kalian rela? Klo aku boleh milih, aku lebih baik diam. Sayang aja mulut ini klo dipake hanya untuk menjatuhkan atau menghina status seseorang. Tanpa komentar dengan lelucon-lelucon bodoh di social media, karena akan ada yang merasa tersinggung dengan kata-kata yang kita anggap sebuah "bercandaan semata". Bahaya loh. yaaa cuma sekedar ngingetin aja sih. Aku jadi inget omongan mama "Klo pedang ngelukain hati, masih ada harapan untuk sembuh, tapi klo lidah ngelukain hati, hendak kemana obat dicari" maka udah seharusnya kita hati-hati dalam bertutur kata. :)
Terus semangat untuk kalian yang sanggup mengurus anak-anaknya seorang diri. Berharap masa depan kalian terutama anak-anak kalian jauh lebih baik dibanding orang-orang yang mengejek saat ini. Single parents = single fighter :)
Minggu, 20 Januari 2013
Sedikit Cerita, Menjelang Hidup yang Abadi
Chandra Nur Rachman..
Ayah: "kenapa minta pulang? Kita kan baru sampe."
Abang: "Chandra ga betah yah, mau pergi aja dari tempat ini, mending kita cari penginapan deh, biar istirahat dulu"
Mama: "yaudah yuk kita cari penginapan, nanti klo udah dapet kamar, kita bisa istirahat sebentar, terus cari tempat hiburan lagi."
Abang: "ma, klo anak yang meninggal duluan, dan orangtuanya ikhlas, balasannya surga kan yah?"
Mama: "iya bener, klo orangtuanya ikhlas sepeninggal anaknya, balasan untuk si anak itu surganya Alloh. Ini kenapa kamu nanya gitu bang? (Dengan muka mama yang mulai bingung atas pertanyaan abang) "
Abang: "gpp ma, Chandra nanya aja, kok kayaknya umur chandra ga akan lebih dari 2bulan lagi. (Abang, sambil senyum dan pegang tangan mama) "
Mama: "yang namanya umur, kita ga ada yang tau, klo kamu yakin sembuh, maka Alloh pun akan ngasih kesembuhan untuk kamu bang. Jadi mama minta abang ga boleh ngomong gitu lagi ya."
Mata aku memang terus kearah tv, tapi kuping aku denger apa yang mereka omongin, dan hati aku ngrasa kaya di sayat pisau, entah kenapa, sakit banget denger abang ngomong gitu.
Depok, 29 Desember 2008
2.) Chandra ga mau kalian harus bayar mahal demi kesembuhan aku.
3.) Chandra ga mau ngrepotin kalian harus cape-cape ngurusin aku sampe sembuh.
25 Januari 2009
Abang: ma, Chandra mau makan pir, kayaknya bikin adem tenggorokan deh. Enak! Tapi Chandra mau pulang, gamau disini, disini ga enak, chandra cuma disiksa, liat aja dari tadi badan Chandra ditusuk-tusuk jarum terus, Chandra mau dirumah aja sama mama. (Dengan suara cadel, dan usaha keras untuk ngomong)
Mama: iya nanti dibeliin. Heh, abang ga boleh pulang, mama mau kamu sembuh, klo dirumah, mama ga bisa ngobatin kamu, nanti mama yang dimarahin ayah. (Sambil usap-usap kepala abang, dan mama langsung nyuruh tante untuk beli buah Pear)
Abang: (senyum) yaudah, gapapa Chandra disiksa disini, yang penting mama jangan sampe kena marahnya ayah. (Pegangan tangan mama). Ma.... Ayah mana? Kok ga pulang-pulang? Bilangin ayah, suruh cepet-cepet ambil pialanya, ayah dapet juara.
Mama: kan ayah lagi ziarah, nanti malam baru pulang, (dengan muka bingung) ayah juara apa? Piala apa yang kamu maksud? (Heran, dan ga ngerti apa maksud omongan abang)
Abang: pialanya ma... Harus buru-buru diambil nih, nanti nyesel loh klo ayah ga ambil.
Mama: (nitikan air mata, sedih ngeliat abang ngomongnya kaya ngelantur dan kembali ngelanjutin baca yasiin disamping kasur abang)
Abang: ma.. Kok daritadi pada baca yasiin? Tadi pas dirumah, ibu juga baca yasiin, sekarang mama. Kenapa baca yasiin? Emangnya Chandra mau meninggal? Pake dibacain yasiin segala. (Nada kesel)
Mama: maafin mama sama ibu klo udah bikin kamu tersinggung, tapi mama baca cuma mengharap kesembuhan buat kamu. (Senyum dan berusaha tegar didepan abang)
Lagi lagi aku menemukan mata dan pipiku dalam keadaan basah, yaa... Aku nangis lagi . Aku lemah bahkan terlalu lemah untuk mencerna semua omongan abang pada hari itu. Akhirnya mama minta aku untuk pulang dan nunggu Ayah dirumah, sekaligus bawa perlengkapan mama yang masih ketinggalan.
Kamar abang langsung penuh dengan orang-orang yang kangen liat senyum dengan lesung pipit khasnya abang. aaaaaak jadi nangis lagi deh ini :(
Aku iseng-iseng bongkar tas kuliahnya, yang pertama aku liat didalemnya yaa folder catetan kuliah abang, aku buka dan baca dari lembar perlembar, sampe akhirnya aku nemuin beberapa lembar kertas berisi coret-coretan abang, sekilas memang hanya terlihat seperti tulisan ga penting, karena tidak terstruktur, tapi klo aku baca teliti setiap goresan tangannya, ternyata itu sebuah keluhannya.
"Chandra bingung, gimana caranya akan bisa selalu jaga 2ade selamanya"
"Alasan kenapa Chandra ga mau di opname, karena kalian udah ngeluarin uang terlalu banyak, dan abang ga bisa ganti sampe nafas ini abis"
"Selama ini Chandra mikirin nafas, entah sampe kapan Chandra bisa bertahan dengan nafas yang udah mulai ilang-ilangan"
surat abang :
Sosok pahlawan yang Chandra kagumin yaa Ayah, banyak cara didikan ayah yang bikin Chandra kagum. Orang yang paling hebat ya Ayah! Mungkin selama ini Chandra cuma bisa nyusahin mama sama ayah, selalu bikin kesel, selalu bikin marah, sampe sekarang 26 Desember 2006 , Chandra belom bisa bahagiain mereka, sedangkan prediksi dokter bilang umur Chandra ga akan lebih dari 2tahun lagi dari sekarang. Tapi ayah mama tenang aja, diakhirat nanti Chandra janji bakalan ngebelain mama sama ayah.
(Kertas dengan tulisan tangan abang sampe sekarang masih ada, bahkan aku laminating)
Chandra Nur Rachman bin H. Nasri Susanto
21 Maret 1986 - 26 Januari 2009
Aku ga pernah paham dengan tanda-tanda yang abang kasih, aku ga peka dengan sinyal-sinyal kepergiannya. Ternyata jauh sebelum abang pergi, dia udah memberitau ke keluarga dengan tingkahnya, tapi sayangnya kita ga ada yang peka. Sampe akhirnya aku sadar dengan omongan abang yang bilang :
1. ada tulisan dibalik punggung tante = Dia mulai ngeliat ada nama dia dibatu nisan
2. Ngerasa kasur yang dia pakai itu basah = Dia akan nempatin kasur abadi dengan keadaan tanah basah karena saat itu musim hujan.
3. Klo anak yg meninggal duluan dan orangtua nya ikhlas, balasannya surga
4. Ayah harus cepet-cepet ambil piala, ayah juara = Piala yang dimaksud itu yaaa si Abang, karena dia anak kesayangan ayah, dan ayah udah menang bikin abang kagum karena didikannya.
5. kamu akan tua menggantikan aku, kamu akan dewasa karena ga ada pilihan lain = aku akan jadi anak tertua speninggalnya dia
6. abang akan mundur beberapa langkah kebelakang untuk mantau kamu de = dia mau pergi selamanya dari dunia ini, dan mantau aku dari kejauhan.
Masih banyak tanda-tanda abang mau pergi sebenernya, tapi aku ga kuat, ga kuat klo harus ngulas lebih banyak lagi tentangnya.
Aku sayang sama sosok Abang, Aku kangen banget bang, ga ada alasan untuk aku bisa lupa dengan semua tentang Abang. Sebentar lagi 4tahunan meninggalnya abang. Semoga aku, ayah, mama, ade dan keluarga yang lainnya bisa tetep terus kirim doa untuk abang disana. You're my the best brother I ever had. :")
yaa! Untuk orang yang kenal sama abang aku, nama itu memang gak asing bagi mereka. Sosok abang yang super bandel, super galak, super lembut, tapi juga super banget baiknya. Tapi sayang, tuhan terlalu cepat untuk manggil dia, terlalu cepat ngambil abang dari aku, mama, ayah, ade dan juga dari semua orang yang sayang sama abang. Banyak yang ga nyangka dia pergi secepat itu, di umurnya yang baru 22tahun dia menghembuskan nafas terakhir, klo ditanya aku ngerasa kehilangan atau ngga? Jelas IYA! aku kehilangan sosok kakak, aku kehilangan sosok sahabat, dia itu abang sekaligus sahabat untuk aku. Dulu, klo pulang sekolah aku nangis, dia slalu nanya, siapa yang berani gangguin aku, abis itu orang yang ganggu langsung disamperin. Besoknya aku jadi aman, begitu seterusnya. Abang paling takut sama ayah, apapun yang berhubungan sama ayah, dia ga berani berkutik, itu sebabnya dia rela ngelawan beberapa keinginan-keinginannya dan selama hidupnya, aku hanya kenal sosok abang sebatas nama, tanpa tau apa yang sebenernya terjadi dibalik nama itu. Dia rela menghentikan cita-citanya demi memenuhi keinginan ayah, ayah mau salah satu anaknya harus ada yang jadi penerusnya sebagai Polisi, bukan suatu hal yang mudah sebenernya, karena abang liat ade-adenya perempuan, dan dia ga mau ngebiarin salah satu dari aku sama ade ada yang ikut sekolah polwan, akhirnya dengan berat hati dia daftar polisi, walaupun ayah seorang polisi, tapi bukan berati abang bisa masuk polisi dengan mudah, dia tetep berusaha keras sama seperti peserta lain, untuk psikotes dan tes-tes yang lain. Selama tes, abang selalu lolos, karena otaknya ga diragukan lagi, dia pinter, dia punya pemikiran yang cerdas, sampai 4x daftar, dan selalu gagal di tes kesehatan. Akhirnya dia putus asa, karena udah ga bisa daftar untuk yang ke 5x nya. Waktu itu aku lagi mau pergi sama abang, tiba-tiba dia bilang "aku udah ga sanggup untuk memenuhi keinginan ayah, untuk yang ini, aku mohon, kamu gantiin aku de, aku bantu untuk ngadepin berbagai macem tes masuknya" denger dya ngomong gitu, spechless banget dan aku ga ngerti harus berbuat apa, karena untuk jadi polwan itu sama sekali ga ada dipikiran aku sebelumnya. Beberapa bulan kemudian, abang sakit, dia mulai ngerasa badannya udah ga enak, akhirnya mama memutuskan untuk bawa dia kerumah sakit dan setelah ngelewatin general checkup, dokter bilang, abang aku kena infeksi paru-paru dan harus di opname. Ayah langsung setuju dengan keputusan dokter demi kesehatannya abang, setelah melewati beberapa hari di opname, abang keliatan semakin membaik, dan genap seminggu dia dirumah sakit, akhirnya dokter ngijinin abang pulang. Aku seneng akhirnya dia bisa pulang, karena aku kangen,,, kangen mau berantem sama dia, kangen mau debat ngomongin berita yang pada kenyataannya kita sama-sama sotoy. Hahaha aku juga kangen denger dia dimarahin mama karena begadang dan ngerokok yang tiada henti. Waktu itu sebelum akhirnya dia sakit, Abang tuh abis bantuin pacarnya ikutan Caleg (Calon Legislatif) Partai Demokrat, namanya Ka Yussi Astari, hmmm.. Gini deh, saat kalian jatuh cinta sama seseorang, hal apa sih yg ga pengen kalian lakukan buat dia? you would want do just about anything to make him/her happy rite? Nah sama hal nya kaya abang, dia rela ngelakuin apapun demi ka Uci, dia juga rela turun tangan langsung pas ka Uci kampanye Caleg, aku sekeluarga besarpun mendukung sebenernya. Aku salut ngeliat pengorbanan abang, walaupun kadang untuk beberapa hal kita berbeda pendapat sih, tapi tetep, he's one of my hero in the world :) dua hari setelah itu, aku sekeluarga pergi ke Ciwidey Bandung, niatnya sih ayah mau ajak abang jalan-jalan selepas dia dirawat, sampe di kawah putih, abang ga mau turun dari mobil, dengan alesan, dingin dan ga suka sama keramaian disekitaran kawah.
Akhirnya aku ber4 tetep main ke kawah dan ninggalin dia sendiri, ketika aku sama Najla selsai foto-foto, tiba-tiba abang nelfon mama dan ngajakin beranjak dari tempat itu,, okeh, tanpa fikir panjang aku ber4 langsung jalan ke mobil, dan pas ayah tanya....
Ayah: "kenapa minta pulang? Kita kan baru sampe."
Abang: "Chandra ga betah yah, mau pergi aja dari tempat ini, mending kita cari penginapan deh, biar istirahat dulu"
Mama: "yaudah yuk kita cari penginapan, nanti klo udah dapet kamar, kita bisa istirahat sebentar, terus cari tempat hiburan lagi."
Akhirnya kita keluar dari kawasan ciwidey, nyari penginapan ternyata susah-susah gampang, karena menjelang Hari natal, banyak penginapan yang penuh dengan wisatawan yang ingin menghabiskan liburannya disini. Setelah lama nyari, akhirnya kita dapet kamar di pondok Gembyong, kebetulan masih sisa 2kamar. Tapi abang request untuk sewa 1kamar aja, entah kenapa dari situ aku ngerasa ada yang aneh sama abang, dia slalu minta makanan yang lagi aku makan, abang slalu minta dipeluk, abang slalu ngajakin aku sama ade becandaan bareng. Hal itu jarang banget terjadi sebelumnya, abang juga sharing sama mama, dan pas dia nanya sesuatu sama mama, tiba-tiba aja air mataku netes.
Abang: "ma, klo anak yang meninggal duluan, dan orangtuanya ikhlas, balasannya surga kan yah?"
Mama: "iya bener, klo orangtuanya ikhlas sepeninggal anaknya, balasan untuk si anak itu surganya Alloh. Ini kenapa kamu nanya gitu bang? (Dengan muka mama yang mulai bingung atas pertanyaan abang) "
Abang: "gpp ma, Chandra nanya aja, kok kayaknya umur chandra ga akan lebih dari 2bulan lagi. (Abang, sambil senyum dan pegang tangan mama) "
Mama: "yang namanya umur, kita ga ada yang tau, klo kamu yakin sembuh, maka Alloh pun akan ngasih kesembuhan untuk kamu bang. Jadi mama minta abang ga boleh ngomong gitu lagi ya."
Mata aku memang terus kearah tv, tapi kuping aku denger apa yang mereka omongin, dan hati aku ngrasa kaya di sayat pisau, entah kenapa, sakit banget denger abang ngomong gitu.
Depok, 29 Desember 2008
Abang masuk rumah sakit dibilangan Jagakarsa Jakarta Selatan, penyakitnya kambuh, dan abang nampak kuning diseluruh tubuhnya, ayah sama mama khawatir dengan keadaannya. Dia ngerayain tahun baru di ranjang rumah sakit, tapi tetep dengan mimik bahagianya dia. Itu yang aku suka darinya, dia ga pernah mau nunjukin rasa sakitnya, cuma karena beberapa hal :
1.) Chandra ga mau liat kalian sedih mikirin penyakit aku.2.) Chandra ga mau kalian harus bayar mahal demi kesembuhan aku.
3.) Chandra ga mau ngrepotin kalian harus cape-cape ngurusin aku sampe sembuh.
Untuk opname kali ini, abang hanya butuh waktu 5hari. Setelah itu sehat dan kembali kerumah. Aku seneng beberapa hari setelah dirawat, dia kembali sehat, kembali ngejalanin aktifitas seperti biasa, dia kembali jadi abang yang ngeselin, pergi keluar sesuka hati tanpa batasan jam malam, kembali jadi abang yang suka ngisengin ade-adenya, kembali kuliah seperti biasanya. Sampe aku berfikir, bahwa saat itu abang memang udah bener-bener sembuh. Ayahpun kerja dengan perasaan tenang dan mama juga merasakan hal yang sama.
Waktu aku lagi berduaan dirumah sepulang kuliah, tiba-tiba abang bilang "de, jaga pergaulannya, jangan sampe kelewat batas, jaga juga keperawanan kamu, sampe kamu bener-bener nemu orang yang udah sah jadi suami kamu."
Aku cuma menganggukan kepala sembari senyum. Itu amanat yang masih aku inget dan aku pegang sampe sekarang. Saat itu, aku belom ada firasat apa-apa tentang abang, aku hanya berfikir bahwa itu salah satu action to show me that he's loving me forever. Yaa just it.. Dan 3minggu kemudian, aku ngerasa ada yang aneh dalam diri abang, tepat dimana ayah harus berangkat ke Pamijahan-Tasikmalaya untuk ziarah pagi harinya.
25 Januari 2009
Waktu itu abang bangun tidur dengan keadaan yang ga kaya biasanya, dia manggil mama dan nanyain nene, abang emang deket banget sama nene, bisa dibilang, nene itu mama keduanya abang. Saat itu dia ngomong sama mama dengan suara yang cadel, he's looks so hard to tell something sama mama, sampe akhirnya mama nitikan air mata ngeliat abang kaya gitu, mama gatau harus berbuat apa, akhirnya mama ngasih kabar itu ke ayah, dan ke nene + tante-tanteku juga. Selang setengah jam, nene + tante tiba dirumah, bang senyum sumringah dan bilang ke tante "coba balik badan tan, Chandra liat kayaknya ada tulisan dibalik badan tante" (dengan suara cadel) dan tante langsung balik badan skaligus bilang ga ada tulisan apa-apa kok. Abang tetep kekeuh dibalik badan tante ada tulisan dan dia ngerasa kasurnya selalu basah. Kita yang ngeliat, ga ngerti kenapa dia kaya gitu. Ga lama, datenglah tante uli dan seperti biasa, tante uli selalu bercandain abang. Kamarnya pun jadi rame, karena semua yang ada disitu pada jailin abang dengan bercandaannya. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi jenguk temen yang abis kecelakaan. Baru 1jam aku dirumah temen, tiba-tiba mama telfon nyuruh aku pulang untuk ambil semua dokumen hasil check up abang dan disuruh langsung anter kerumah sakit Pasar Rebo. Aku spechless, panik, sampe ga jelas nyetirnya karena ngerasa salah udah ngelewatin sedikit 'waktu' bareng abang. Tiba dirumah aku langsung ambil dokumennya, dan ngeboyong Najla (8thn) untuk ikut aku kerumah sakit. Selama diperjalanan aku cuma bisa monolog sama Allah, memohon untuk kasih jalan yang terbaik buat abang. Tanpa sadar, air mata sudah membasahi pipiku dan Najla yang ga ngerti apa-apa ikut nangis ngeliat aku seperti itu. Ketika aku sampe dirumah sakit, ternyata abang udah dibawa ke ICU, semua yang nganter abang, rawut mukanya udah ga beraturan, akupun makin panik, karena gatau keadaan terakhirnya abang. Pintu ICU kebuka, suster membawa abang keluar, dan memindahkannya ke kamar pasien, Dokterpun bilang sama mama, bahwa jarum infus berkali-kali ditusukkan ke abang, tapi tak ada satu pun yang berhasil kena urat nadi, karena darah abang udah mengental, pantes aja aku liat muka abang udah membiru, dengan mimik kesakitan. Bener-bener ga tega ngeliatnya. Kita semua langsung mengahmpiri abang dikamar baru nya, abang senyum seraya ngeliatin satu persatu orang-orang di sekelilingnya. Terucap 1nama buah, yang bener-bener sampe sekarang bikin aku atau bahkan bikin (kita) selalu inget abang klo liat dan makan buah ini (Pear).
Abang: ma, Chandra mau makan pir, kayaknya bikin adem tenggorokan deh. Enak! Tapi Chandra mau pulang, gamau disini, disini ga enak, chandra cuma disiksa, liat aja dari tadi badan Chandra ditusuk-tusuk jarum terus, Chandra mau dirumah aja sama mama. (Dengan suara cadel, dan usaha keras untuk ngomong)
Mama: iya nanti dibeliin. Heh, abang ga boleh pulang, mama mau kamu sembuh, klo dirumah, mama ga bisa ngobatin kamu, nanti mama yang dimarahin ayah. (Sambil usap-usap kepala abang, dan mama langsung nyuruh tante untuk beli buah Pear)
Abang: (senyum) yaudah, gapapa Chandra disiksa disini, yang penting mama jangan sampe kena marahnya ayah. (Pegangan tangan mama). Ma.... Ayah mana? Kok ga pulang-pulang? Bilangin ayah, suruh cepet-cepet ambil pialanya, ayah dapet juara.
Mama: kan ayah lagi ziarah, nanti malam baru pulang, (dengan muka bingung) ayah juara apa? Piala apa yang kamu maksud? (Heran, dan ga ngerti apa maksud omongan abang)
Abang: pialanya ma... Harus buru-buru diambil nih, nanti nyesel loh klo ayah ga ambil.
Mama: (nitikan air mata, sedih ngeliat abang ngomongnya kaya ngelantur dan kembali ngelanjutin baca yasiin disamping kasur abang)
Abang: ma.. Kok daritadi pada baca yasiin? Tadi pas dirumah, ibu juga baca yasiin, sekarang mama. Kenapa baca yasiin? Emangnya Chandra mau meninggal? Pake dibacain yasiin segala. (Nada kesel)
Mama: maafin mama sama ibu klo udah bikin kamu tersinggung, tapi mama baca cuma mengharap kesembuhan buat kamu. (Senyum dan berusaha tegar didepan abang)
Aku... Aku cuma bisa diem ngeliat tingkahnya abang yang super sensitif dihari itu, sampe akhirnya aku ngomong dengan nada kesel ke abang. "Aku, mama, nene dan semua orang sayang sama abang, kita mau abang sembuh. Jadi aku mohon, abang jangan bawel, ikutin aja prosesnya" abang langsung diem, dan dia ngeliatin aku sambil senyum. Aaaah aku inget banget gimana tatapan terakhir darinya. :(
"abang: kamu akan tua menggantikan aku, kamu akan dewasa karena ga ada pilihan lain, pertahanin sifat keras dan disiplinya kamu dari hasil didikan ayah, lawan semuanya, apapun dan siapapun yang menurut kamu salah, lawan aja. Dan abang akan mundur beberapa langkah kebelakang untuk mantau kamu de."
Lagi lagi aku menemukan mata dan pipiku dalam keadaan basah, yaa... Aku nangis lagi . Aku lemah bahkan terlalu lemah untuk mencerna semua omongan abang pada hari itu. Akhirnya mama minta aku untuk pulang dan nunggu Ayah dirumah, sekaligus bawa perlengkapan mama yang masih ketinggalan.
kamar vip RS. Pasar Rebo menjadi tempat abang menghembuskan nafas terakhirnya, tepat jam 04.55 WIB , abang teriak sambil ngangkat tangan kanannya ke atas seraya teriak "Allaaaaaaaaaaaaah" dan berakhir dengan kepala menoleh ke kanan. Bersyukur Malaikat pencabut nyawa ga nyiksa abang ketika sedikit demi sedikit menarik ruh dari jasad abang, dan saat itu aku sedang sendirian dirumah, nunggu ayah pulang, dan berniat bawa baju ganti untuk mama dirumahsakit, sampe larut malem aku nunggu ayah, tapi ga kunjung dateng, ternyata ayah langsung kerumah sakit sepulang dari Pamijahan, akhirnya aku putuskan untuk tidur dengan keadaan rumah kosong tanpa ada orang lain selain aku. Sekitar jam3, aku kebangun, rasanya seperti ada yang bangunin aku dari tidur, tapi pas aku keluar kamar, ga ada siapa-siapa dan ayah mama pun masih dirumah sakit, pikiran aku makin ga karuan, semrawut banget, dan ga bisa lanjut tidur lagi karena aku gelisah... Selesai sholat subuh, ada om Edi teriak Assalamualaikum sambil ketok-ketok pintu depan, aku bergegas membukanya, berharap dya membawa kabar baik (ngomong dalam hati). Ternyataaa om edi dateng bawa kabar duka, kabar bahwa abang udah kembali sama yang maha kuasa. Rasanya kaya mimpi, mimpi yang masih ada harapan untuk aku bangun dan ngelupain mimpi buruk ini. Ketika jenazah abang sampe dirumah, mama sama ayah turun dari ambulance dan langsung sigap memeluk aku dan Najla. Saat itu rasanya aku ga punya tulang, aku menyadari bahwa kabar yang pagi tadi aku dapatkan itu nyata.. Bahkan sangaaaat nyata... Rumah pun makin rame dengan orang-orang yang bergegas menyingkirkan bangku-bangku dan menggantinya dengan permadani serta kasur. Aku ngabarin berita duka ini ke Ka Uci, dan salah 1 temennya abang, karena aku tau, mereka pasti jarkom ke temen yang lain. Mulai dari jam 6 pagi rumah aku udah penuh dengan tetangga-tetangga yang turut berbelasungkawa dengan keluargaku, dan lantunan surat Yasinn selalu terdengar tak pernah henti.
Banyaknya peziarah yang dateng itu menunjukan bahwa abang orang yang suka bersosialisasi, dari mana pun itu mereka tetep dateng untuk berbelasungkawa. Semua orang nangis, semua orang ngerasa kehilangan abang. Dari opini-opini orang lain tentang abang, hampir semua bilang "Anak muda yang ramah dan sopan ya dia"
Aku seneng dengernya, karena diluar sana abang ninggalin kenangan yang bagus. Ketika jenazah abang selsai dikafanin kita semua ngasih cium terakhir untuk abang dan berharap ga ada setetespun airmata yang jatuh menimpa jenazah abang. Lalu setelah diSholatin, peziarah bergegas membawanya ke pemakaman deket rumah. Ratusan orang ikut mengantar abang kerumah abadinya. Aku, mama, tante, nene dan yang lain ga ikut kesana, karena wanita lebih baik nunggu dirumah.
Kamar abang langsung penuh dengan orang-orang yang kangen liat senyum dengan lesung pipit khasnya abang. aaaaaak jadi nangis lagi deh ini :(
Aku iseng-iseng bongkar tas kuliahnya, yang pertama aku liat didalemnya yaa folder catetan kuliah abang, aku buka dan baca dari lembar perlembar, sampe akhirnya aku nemuin beberapa lembar kertas berisi coret-coretan abang, sekilas memang hanya terlihat seperti tulisan ga penting, karena tidak terstruktur, tapi klo aku baca teliti setiap goresan tangannya, ternyata itu sebuah keluhannya.
"Chandra bingung, gimana caranya akan bisa selalu jaga 2ade selamanya"
"Alasan kenapa Chandra ga mau di opname, karena kalian udah ngeluarin uang terlalu banyak, dan abang ga bisa ganti sampe nafas ini abis"
"Selama ini Chandra mikirin nafas, entah sampe kapan Chandra bisa bertahan dengan nafas yang udah mulai ilang-ilangan"
surat abang :
Sosok pahlawan yang Chandra kagumin yaa Ayah, banyak cara didikan ayah yang bikin Chandra kagum. Orang yang paling hebat ya Ayah! Mungkin selama ini Chandra cuma bisa nyusahin mama sama ayah, selalu bikin kesel, selalu bikin marah, sampe sekarang 26 Desember 2006 , Chandra belom bisa bahagiain mereka, sedangkan prediksi dokter bilang umur Chandra ga akan lebih dari 2tahun lagi dari sekarang. Tapi ayah mama tenang aja, diakhirat nanti Chandra janji bakalan ngebelain mama sama ayah.
(Kertas dengan tulisan tangan abang sampe sekarang masih ada, bahkan aku laminating)
Chandra Nur Rachman bin H. Nasri Susanto
21 Maret 1986 - 26 Januari 2009
Aku ga pernah paham dengan tanda-tanda yang abang kasih, aku ga peka dengan sinyal-sinyal kepergiannya. Ternyata jauh sebelum abang pergi, dia udah memberitau ke keluarga dengan tingkahnya, tapi sayangnya kita ga ada yang peka. Sampe akhirnya aku sadar dengan omongan abang yang bilang :
1. ada tulisan dibalik punggung tante = Dia mulai ngeliat ada nama dia dibatu nisan
2. Ngerasa kasur yang dia pakai itu basah = Dia akan nempatin kasur abadi dengan keadaan tanah basah karena saat itu musim hujan.
3. Klo anak yg meninggal duluan dan orangtua nya ikhlas, balasannya surga
4. Ayah harus cepet-cepet ambil piala, ayah juara = Piala yang dimaksud itu yaaa si Abang, karena dia anak kesayangan ayah, dan ayah udah menang bikin abang kagum karena didikannya.
5. kamu akan tua menggantikan aku, kamu akan dewasa karena ga ada pilihan lain = aku akan jadi anak tertua speninggalnya dia
6. abang akan mundur beberapa langkah kebelakang untuk mantau kamu de = dia mau pergi selamanya dari dunia ini, dan mantau aku dari kejauhan.
Masih banyak tanda-tanda abang mau pergi sebenernya, tapi aku ga kuat, ga kuat klo harus ngulas lebih banyak lagi tentangnya.
Aku sayang sama sosok Abang, Aku kangen banget bang, ga ada alasan untuk aku bisa lupa dengan semua tentang Abang. Sebentar lagi 4tahunan meninggalnya abang. Semoga aku, ayah, mama, ade dan keluarga yang lainnya bisa tetep terus kirim doa untuk abang disana. You're my the best brother I ever had. :")
Kamis, 17 Januari 2013
Bukan Salah (Mereka), Tapi ini Saatnya Kita Bergerak
Hingga sekarang (17/01) Banyak orang di social media berkomentar tentang Banjir lah, menyalahkan kepemimpinan Pak Jokowi lah, bahkan ribuan orang mengeluh karena kebanjiran. Menurutku itu terlalu mainstream. Untuk apa komentar klo ga ada aksi dari diri kita untuk orang banyak? Ini bukan salah kepemimpinan Gubernur baru yang jam kerjanya masih dibawah 100hari, kenapa aku bisa bilang seperti itu? karena dia bukan tuhan yang bisa sekejap mata ngatasin masalah banjir sendirian tanpa ada kesadaran masing-masing dari warga(nya), Gubernur DKI (1) ini hanya kena imbas dari basiannya ex Gubernur kita dan sekarang masalah-masalah yang ada, menjadi PRnya pak Jokowi untuk segera mencari solusinya. Berat loh dan butuh waktu serta proses untuk menyelesaikannya.
Kalian (korban banjir) jangan ngeluh dengan keadaan seperti itu, intropeksi diri dulu, apa dalam kehidupan sehari-hari kalian udah ikut andil dalam aksi mencegah datangnya banjir? Misalnya dengan membuat resapan Biopori di halaman rumah, atau hal yang paling mudah dilakukan deh, dengan buang sampah pada tempatnya? Ini hanya teguran tuhan, dan ini masih dalam taraf teguran ringan, karena bencana banjir itu seharusnya ga terjadi, klo aja ada kesadaran dari masyarakat(nya). Selama ini kita cuma bisa menyalahkan alam, yang menurunkan hujan tak henti-hentinya, tanpa menyadari hal apa yang udah kita lakuin sebelum bencana itu terjadi. Padahal, Tuhan bisa aja ngasih bencana yang lebih dahsyat (lagi) dari sekarang hanya dengan petikan jari.
Dan buat kita para anak muda, masih banyak cara untuk berbagi loh, banyak cara untuk menuangkan aksi sosial kita. Banyak posko banjir yang bisa kita datengin dan berbagi. Mereka (korban banjir) ga butuh uang, yang mereka butuhin itu asupan makanan, pakaian dan obat-obatan. Klo kita bisa membantu sebagian dari apa yang mereka butuhin, why not? Tunjukin klo kalian punya jiwa sosial yang tinggi, kalian peduli dengan sesama. Apapun bantuan yang kalian kasih, sangat berati besar bagi mereka yang membutuhkan. Ayoo, from now, let's do something to each other!
Jiwa sosial ga akan ada, klo ga ada niat dari diri sendiri untuk ngebantu korban bencana. Ocehan-ocehan ditwitter sangat ga berguna bagi mereka (korban) klo ga ada aksi nyata dari kita, mereka butuh uluran tangan kita, bukan kata-kata, itu sih sama aja NATO (No Action Talk Only) ! :)
Bisa cek( http://bantujakarta.sinergimuda.org/ )
Untuk mencari tau titik-titik posko banjir terdekat dari posisi kamu sekarang. Dan semoga bantuan yang terkumpul bisa tepat waktu dan tepat pada sasarannya :)
Kalian (korban banjir) jangan ngeluh dengan keadaan seperti itu, intropeksi diri dulu, apa dalam kehidupan sehari-hari kalian udah ikut andil dalam aksi mencegah datangnya banjir? Misalnya dengan membuat resapan Biopori di halaman rumah, atau hal yang paling mudah dilakukan deh, dengan buang sampah pada tempatnya? Ini hanya teguran tuhan, dan ini masih dalam taraf teguran ringan, karena bencana banjir itu seharusnya ga terjadi, klo aja ada kesadaran dari masyarakat(nya). Selama ini kita cuma bisa menyalahkan alam, yang menurunkan hujan tak henti-hentinya, tanpa menyadari hal apa yang udah kita lakuin sebelum bencana itu terjadi. Padahal, Tuhan bisa aja ngasih bencana yang lebih dahsyat (lagi) dari sekarang hanya dengan petikan jari.
Dan buat kita para anak muda, masih banyak cara untuk berbagi loh, banyak cara untuk menuangkan aksi sosial kita. Banyak posko banjir yang bisa kita datengin dan berbagi. Mereka (korban banjir) ga butuh uang, yang mereka butuhin itu asupan makanan, pakaian dan obat-obatan. Klo kita bisa membantu sebagian dari apa yang mereka butuhin, why not? Tunjukin klo kalian punya jiwa sosial yang tinggi, kalian peduli dengan sesama. Apapun bantuan yang kalian kasih, sangat berati besar bagi mereka yang membutuhkan. Ayoo, from now, let's do something to each other!
Jiwa sosial ga akan ada, klo ga ada niat dari diri sendiri untuk ngebantu korban bencana. Ocehan-ocehan ditwitter sangat ga berguna bagi mereka (korban) klo ga ada aksi nyata dari kita, mereka butuh uluran tangan kita, bukan kata-kata, itu sih sama aja NATO (No Action Talk Only) ! :)
Bisa cek( http://bantujakarta.sinergimuda.org/ )
Untuk mencari tau titik-titik posko banjir terdekat dari posisi kamu sekarang. Dan semoga bantuan yang terkumpul bisa tepat waktu dan tepat pada sasarannya :)
Jumat, 11 Januari 2013
Violence in the Relationship = Ketinggalan Jaman
Ketika seorang temen menceritakan masalahnya kepadaku, aku hanya berusaha to be a good listener, dan sesekali memberikan saran, yang kurasa tidak cukup untuk menenangkan pikirannya yang sedang kalut, but at least sebenernya tanpa sadar, itu sebuah kepercayaan besar dari temen aku hingga ia mau menceritakan padaku semua hal yang ia alami, sebuah amanah yang harus aku jaga, dan dari pengalamannya dia menjadi pelajaran besar untuk diriku tentunya.
Diam-diam aku mengambil kesimpulan bahwa kekerasan terhadap perempuan pada dasarnya merujuk pada kekerasan yang bersifat fisik maupun psikologis yang dilakukan laki-laki terhadap pasangannya. Kekerasan itu bisa muncul dalam bentuk Physical Abuse, seperti tamparan, pukulan, menendang , meludah, menjambak, memukul, mendorong atau bahkan Emotional Abuse, seperti rasa memiliki yang berlebihan, rasa cemburu yang brutal, suka merusak barang pribadi pasangannya, mengisolasi pasangan dari sahabat-sahabatnya. It’s totally jerk *straightface*
Hubungan pacaran yang sehat seharusnya melibatkan hal-hal ini :
1. Mereka seharusnya percaya satu sama lain
2. Udah seharusnya juga saling berkomunikasi secara jujur dan terbuka
3. Sama-sama saling menghargai pilihan dan perbedaan disetiap pendapat
4. Saling memiliki kepedulian, saling berbagi dan visi kehidupan yang relative sama.
5. Menghabiskan waktu berdua boleh aja, tapi harus bisa juga saling menghargai waktu masing-masing.
Sekarang udah ga jaman, laki-laki kasar ke pasangannya. Kekerasan, apapun alasannya, bukanlah cara apalagi jawaban untuk menyelesaikan segala persoalan dan memelihara sebuah hubungan. Laki-laki yang kasar = BANCI , yaa I think so . . kadang dari lontaran kalimat yang ga enak didenger, bisa berkembang jadi kekerasan fisik seperti tamparan dll, nah klo udah begini,biasanya kenapa dya kaya gitu, alasannya “semua ini untuk bikin kamu belajar” , atau “ aku kaya gitu karena aku sayang kamu”. Errghhh~ girls, it’s not how a gentleman is supposed to be…..
Setuju ga sih klo aku bilang perempuan adalah orang yang berhak untuk mengatakan “tidak” untuk hal-hal yang tidak kita sukai dan klo kita ngerasa ga nyaman, lebih baik dikomunikasi kan, kan biar si cowok juga nyadar , klo sebenernya yang dya lakuin itu salah. Tapi klo udah dikomunikasikan tetep ga mempan… watch out girl!! Karena masalah ini bukan untuk disimpan sendiri, karena bisa jadi kamu malah merasa semua ini adalah takdir perempuan atau merasa memang kamu yang bersalah dan pantas untuk disakiti. Ho ho . . . . . it’s Big NO NO. . . . klo kamu disakiti pasanganmu, bukan berarti karena kamu pantas untuk disakiti, jangan pernah menyalahkan diri sendiri atas apa yang telah kamu (perempuan) lakukan. Jika memang kita salah (Karena manusia juga ngga luput dari kesalahan kan?), seharusnya pasangan kamu bisa ngomong baik-baik dong yah. Sadar klo kamu bukan wanita bodoh yang pantas diperlakukan seperti itu.
Jadi tunjukkan bahwa Kita adalah wanita yang pantas untuk dihargai. Stop VIOLENCE in the relationships !!
Diam-diam aku mengambil kesimpulan bahwa kekerasan terhadap perempuan pada dasarnya merujuk pada kekerasan yang bersifat fisik maupun psikologis yang dilakukan laki-laki terhadap pasangannya. Kekerasan itu bisa muncul dalam bentuk Physical Abuse, seperti tamparan, pukulan, menendang , meludah, menjambak, memukul, mendorong atau bahkan Emotional Abuse, seperti rasa memiliki yang berlebihan, rasa cemburu yang brutal, suka merusak barang pribadi pasangannya, mengisolasi pasangan dari sahabat-sahabatnya. It’s totally jerk *straightface*
Hubungan pacaran yang sehat seharusnya melibatkan hal-hal ini :
1. Mereka seharusnya percaya satu sama lain
2. Udah seharusnya juga saling berkomunikasi secara jujur dan terbuka
3. Sama-sama saling menghargai pilihan dan perbedaan disetiap pendapat
4. Saling memiliki kepedulian, saling berbagi dan visi kehidupan yang relative sama.
5. Menghabiskan waktu berdua boleh aja, tapi harus bisa juga saling menghargai waktu masing-masing.
Sekarang udah ga jaman, laki-laki kasar ke pasangannya. Kekerasan, apapun alasannya, bukanlah cara apalagi jawaban untuk menyelesaikan segala persoalan dan memelihara sebuah hubungan. Laki-laki yang kasar = BANCI , yaa I think so . . kadang dari lontaran kalimat yang ga enak didenger, bisa berkembang jadi kekerasan fisik seperti tamparan dll, nah klo udah begini,biasanya kenapa dya kaya gitu, alasannya “semua ini untuk bikin kamu belajar” , atau “ aku kaya gitu karena aku sayang kamu”. Errghhh~ girls, it’s not how a gentleman is supposed to be…..
Setuju ga sih klo aku bilang perempuan adalah orang yang berhak untuk mengatakan “tidak” untuk hal-hal yang tidak kita sukai dan klo kita ngerasa ga nyaman, lebih baik dikomunikasi kan, kan biar si cowok juga nyadar , klo sebenernya yang dya lakuin itu salah. Tapi klo udah dikomunikasikan tetep ga mempan… watch out girl!! Karena masalah ini bukan untuk disimpan sendiri, karena bisa jadi kamu malah merasa semua ini adalah takdir perempuan atau merasa memang kamu yang bersalah dan pantas untuk disakiti. Ho ho . . . . . it’s Big NO NO. . . . klo kamu disakiti pasanganmu, bukan berarti karena kamu pantas untuk disakiti, jangan pernah menyalahkan diri sendiri atas apa yang telah kamu (perempuan) lakukan. Jika memang kita salah (Karena manusia juga ngga luput dari kesalahan kan?), seharusnya pasangan kamu bisa ngomong baik-baik dong yah. Sadar klo kamu bukan wanita bodoh yang pantas diperlakukan seperti itu.
Jadi tunjukkan bahwa Kita adalah wanita yang pantas untuk dihargai. Stop VIOLENCE in the relationships !!
Rabu, 09 Januari 2013
Aku Benci, Sampai Kapan Aku Seperti ini? Lalu Apalagi?
Kadang harapan berbanding terbalik dengan kenyataan, dan
sayangnya, diri ini ga bisa menerima
dengan mudahnya kenyataan yang ada. Andaikan aku berhati besar, andai
saja aku bisa mensugest pikiran ini agar lebih tenang dan lebih jernih dalam
berfikir.
![]() |
Aku benci keadaan seperti ini, aku benci ketika melihat
diriku tak lagi bersemangat, aku benci ketika semua yang aku fikirkan hanyalah
sia-sia, aku benci ketika aku hanya bisa diam tanpa melakukan apa-apa, aku
benci dengan diriku yang hanya bisa menunggu waktu. Sampai kapan aku seperti
ini? Sampai kapan semua rasa ini bersarang dalam tubuh dan pikiranku? Sampai
kapan aku bisa menyelesaikan berbagai macam masalahku dengan cara yang aku
punya? Yaa… Tak bisa kupungkiri lagi, aku memang masih anak-anak, aku belum
dewasa, bahkan beranjak dewasa pun aku belum. Apa lagi yang aku tunggu? Apalagi
yang aku harapkan untuk menjadi kenyataan? Apa lagi? Hati ini ga bisa
menjawabnya, entah kenapa, lagi lagi aku hanya menemukan diriku dalam diam,
diam yang entah sampai kapan aku dapat merubahnya dengan tindakan. Ya
tuhaaaaaaan.. …aku butuh cahayamu, aku butuh bimbinganmu, aku benar-benar membutuhkan
mu dalam semua proses hidupku. Rasanya
jalanku terhenti, entah karena ada pengahalang atau diriku lah yang
memberentikan semuanya.
sebenernya "in this life , you gotta believe the impossible!"
Kamis, 03 Januari 2013
Wohoooo ..! Evolution Underware
Underwear menjadi barang yang paling penting terutama buat kita nih
kaum cewek. Gimana nggak? Dengan pertumbuhan payudara, nggak mungkin dong kita
nggak menggunakannya… hihi… yang pasti underwear,
apalagi bra buat cewek udah menyatu dengan kulit. Sampai aku berfikir, aku
harus tau nih perkembangannya sejak kapan underwear itu mulai dipakai kaum
cewek? Dan ternyataaa…
Tahun 2005 BC – 1500-an
Cewek udah memakai yang namanya
beha atau bra sejak 2500 BC. Pada jaman itu, mereka menggunakan bahan yang
didesain untuk mengangkat serta mengontrol letak payudara. Bahkan cewek-cewek
Minoan dari pulau Crete menggunakan semacam bahan berbentuk bra yang digunakan
diluar baju. Kemudian pada sekitar tahun 1550-an Catherine de Medicis, istri
dari king Henri II dari Perancis memperkenalkan untuk pertama kalinya Steel Corset, sehingga pada tahun 1500
hingga tahun 1800-an corset menjadi
bagian penting untuk dipakai dibalik baju mereka, guna merampingkan pinggang
serta mengangkat payudara.
Tahun 1700 – 1800-an
Underwear yang digunakan para cewek adalah Corset dan Crinoline, yang katanya sih akan membuat
mereka terlihat lebih cantik, karena corset
bisa membuat pinggang cewek-cewek kelihatan ramping, sehingga payudara dan
pinggul mereka terlihat membesar. Namun, begitu memasuki tahun 1800-an, corset
digantikan oleh Mechanical Corset yang dilengkapi dengan lingkaran dan talin
untuk menarik , yang memungkinkan mereka untuk memakai korset tanpa bantuan
orang lain. Nah, kalau Crinoline ini
dilengkapi kawat yang panjang baik berbahan kayu maupun besi yang fungsinya
ngga jauh beda dengan corset.
Digunakan untuk mensupport baju yang
kala itu berat banget. Kok bisa berat sih? Yaa nggak heran, pakaina jaman itu
beratnya sekitar 5 pounds, including
Knickers, Camisole, Deportmen Skirt, Corset dan Waist Slip. Bahkan Ketika musim dingin, ditambah pakaian
penghangat, duh gak kebayang beratnya…..
Tahun 1900-an
Pada awal tahun 1900-an muncul
perdebatan dari para dokter. Mereka mengatakan begitu besar resiko kesehatan
yang akan dialami selain nggak nyaman dan membatasi ruang gerak. Tahun 1920,
mulai terlihat perubahan. Munculnya baju-baju model baru dengan panjang hanya
sebetis, membuat ukuran underwear otomatis
berkurang. Pada tahun 1930, dimana tidak memungkinkan diproduksinya kawat
panjang yang elastis, corset pun
tidak Berjaya lagi. Muncul lah The
Chemise, Liberty Bodice dan Bloomers sebagai tipe underwear yang feminin. Pada saat
inilah, asal muasal munculnya bra dan suspender belts seperti yang kita kenal
sekarang ini.
Tahun 1945-1960
Pada perang dunia kedua, bra
mulai memakai bahan nylon dan
terciptalah untukk pertama kalinya Boxer
Short. Kemudian pada tahub 1960 mulai diperkenalkan Wonder Fibre Licra, Stoking dan rok mini. Perubaha dan perkembangan
jaman membuat terciptanya berbagai produk underwear
yang ringan dan nyaman. Para cewek nggak lagi menggunakan rok dalam. Celana
dalam pun makin mengecil dengan berbagai bentuk hingga bikini yang sangat
popular hingga sekarang.
Tahun 1970-an
Mulai deh pada tahun ini G-String tercipta oleh Desainer Amerika,
Rudi Gernreich yang dipakai oleh kaum cewek agar ketika mereka menggunakan
celana panjang putih tidak menjiplak garis celana dalamnya. Sampai sekarang
nih, perkembangan underwear nggak ada
henti-hentinya lho! Mulai dari terciptanya berbagai model bra dari Strapless bra, Nursing bra, Sport bra, Underwire bra sampai celana dalam
berbagai model. Bahkan untuk memakai celana Hipster
pun, diciptakan celana dalam yang rendah supaya kalau duduk gak kelihatan.
Selasa, 01 Januari 2013
Mama itu Alarm Hidup
Kenapa jaman sekarang, banyak anak muda yang mengakui bahwa mereka sayang sama orangtua khususnya Mama, ketika hari Ibu aja? Mereka berlomba-lomba memasang display picture dalam Blackberry Messanger foto berdua sama mama-nya, posting tweet ngucapin "Happy Mom's Day" , padalah mama nya ga ada akun twitter, jadi untuk apa mereka seperti itu? Menurutku itu annoying, karena kasih sayang yang harus kita kasih untuk beliau, bukan hanya saat Hari Ibu aja. Atau mungkin pepatah "Kasih Ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah" itu bener? Aku berharap suatu saat, pepatah itu dipatahkan dengan perbuatan aku ke mama. :) sayang sama mama itu setiap hari tanpa pengecualian dan
Klo berbicara soal "siapa wanita yang paling berharga dihidup kalian?" pasti sebagian besar bahkan bisa semuanya menjawab mama/Ibu/Bunda/ambu. I do the same think :")
Banyak pesan-pesan kecil yang mama kasih, mungkin keluarnya "kata-kata" itu secara tidak sengaja.... Tapi itu sangat berarti untuk hidup aku.
#Mama mengajari aku untuk tetap membumi ketika, mereka meninggikanku
#Mama mengajari aku ikhlas, ketika air mata berbicara tentang kesedihan.
#Mama bilang jangan lupa untuk selalu berdoa dalam keadaan apapun.
#Mama mengajari aku mencintai seseorang dengan ikhlas, bagaimana mencintainya seperti engkau mencintai Ayah selamanya
#Mama mengajari aku untuk ikhlas, bagaimana mengubah perasaan yang pahit menjadi bahagia bahkan lebih bahagia dari sebelumnya
#Mama mengajari aku ikhlas, untuk melepaskan dan melupakan yang bukan menjadi milikku.
#Mama selalu mengingatkanku untuk pinter-pinter dalam mencari temen
#Mama bilang jangan pernah memaksakan kehendakmu, jika mama tak merestuinya karena Allah juga tak akan meridhoi jalan mu.
#Mama sedih ketika aku hanya bisa melawan tanpa memberi alasan jelas yang bisa menenangkan hatinya
#Mama bilang, aku rela sakit demi kesembuhanmu anakku
#Mama mengajariku untuk berhati besar ketika banyak temen menjatuhkan ku.
#Mama sosok wanita hebat yang jadi inspirasiku selama ini
#Mama bilang, jangan pernah suudzon sama Allah, karena apa yang Allah lakukan itu bagaimana prasangka umatnya.
#Mama mengajariku untuk keep Positive Thinking everytime, karena itu mempengaruhi "Jalan" aku selanjutnya
#Mama rela mengeluarkan airmata bahagia ketika melihat aku resmi menjadi Sarjana, dan ingin aku melanjutkan S2 suatu saat nanti.
#Mama ga akan membiarkan malaikat kecilnya menangis karena kebodohan.
#Mama mengingatkan setiap langkahku untuk selalu inget pesan-pesannya.
#Mama mengajariku untuk tetep istiqomah.
#Mama bilang, aku harus jadi wanita yang mandiri, wanita yang tau bagaimana aku harus memposisikan diri dimanapun aku berada
Sekarang, "aku berharap Allah selalu memberikan kesehatan untuknya, dan berharap jangan mencabut nyawaku ketika aku belum bisa membahagiakannya". "ijinkan aku melihat senyum dan air mata kebahagiaanya". Jaga dia ya Allah, jangan biarkan kesedihan menghampiri hidupnya.
♥ You so much Mamaa. you're my savior in my life, and without you, I'm nothing !
Langganan:
Komentar (Atom)

