Sabtu, 11 Mei 2013

Semua Ada Alasannya

   Saat masih umur 3tahun, kita udah suka menghayal seolah-olah lagi belajar disekolah, pake baju sekolah yang kebesaran, bawa-bawa tas kesana kemari, dan bertingkah layaknya seorang siswa lagi belajar dengan guru dikelas, seraya ngomong dan jawab sendiri. Konyol sih... Tapi saat itulah orangtua menilai bahwa kita mempunyai semangat belajar yang tinggi. Masuk umur 4tahun, mama ngedaftarin aku di TK dengan grade "Nol kecil", dulu masih ada sistem cawu atau caturwulan dan akhirnya umur 5tahun lanjut ke grade "Nol Besar". Jamannya kita masuk SD, kita cuma bisa nerima sekolah mana pun itu hasil pilihan orangtua, ketika SMP pun begitu, kita hanya dikasih sedikit "suara" untuk memilih mana sekolah yang akan kita tuju, dan seterusnya. Selama ini kita hanya meng"iya"kan tanpa perlawanan. Perlawanan yang aku maksud itu, menolak sekolah pilihan orangtua. Tapi keadaan seperti itu tak lagi ditemui ketika kita ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dari SMA, kita bebas memilih kampus, bebas memilih jurusan apa yang sesuai dengan keinginan kita, bebas menentukan pilihan deh yaa.... Proses kuliah yang membutuhkan waktu yang cukup lama membuat kita semakin mengerti akan passion kita kedepan, kita mendapatkan materi-materi guna mempermatang pengetahuan yang ada, dan berharap lulus kuliah kelak kerja sesuai keinginan dan kemampuan kita. Yaaa... Itu hanya wacana kita untuk hidup kedepannya. Karena jika aku udah mengetahui passionnya, hidup akan jadi terarah, kita jadi bisa fokus ke bidang yang kita suka dari awal dan yakin, bahwa mimpi itu bisa cepat kita raih Dan balik lagi pada intinya, kadangan tujuan, harapan, wacana, keinginan tidak sesuai dengan kenyataan. Aku kuliah di fakultas komunikasi jurusan jurnalistik, kenapa aku memilih itu? Karena awalnya, aku ingin jadi reporter news , atau menghayal untuk kerja di sebuah Majalah remaja yang berdiri sendiri karena kegigihan 4bersaudara. Mendapatkan banyak pelajaran berharga saat kuliah, pelajaran-pelajaran dimana aku bisa meyakinkan diri untuk tetep pada passion aku sebagai seorang jurnalis. Lulus kuliah kerja sebagai seorang kuli tinta disebuah media , jiwa jurnalis udah ada dalam diri aku sejak lama, biasanya selalu pengen tau tentang "how" and "why" dari suatu hal, be curious sih... karena aku selalu penasaran dan itu bikin aku tertarik buat mencari tahu tentang banyak hal, dengan begitu pikiran aku jadi selalu aktif, pengetahuan juga tambah luas dan bisa memunculkan perspektif baru dalam melihat sesuatu. Sampai akhirnya aku mendapat pertentangan dari Ayah untuk segera mengakhirinya, pemikiran ayah emang realistis sih, dan maksud dari larangannya emang baik, ayah ga mau aku cape liputan sana sini, suka pulang malam, bahkan kadang sampai larut, kenapa ayah kaya gitu? Karena aku anak perempuan tertua dirumah dan jadi anak tertua juga, yaaa sepeninggal abang, aku emang jadi anak paling tua nya ayah, ayah mau aku kerja diruang lingkup yang jelas,  office hour, dan duduk manis dibalik meja. Klo ditanya baik atau ngganya, jelas baik banget keinginan ayah, tapi ga baik buat aku (sekarang) ini, mengecilkan mimpi demi Ayah. Demi orang hebat yang selama ini aku banggain karena perjalanan karirnya sampe sekarang ini. Ayah keras dalam mendidik anak, tapi aku yakin, ayah punya tujuan yang jelas untuk itu semua. Setengah hati aku beranikan diri untuk apply ke 2 Bank yang termasuk dalam gol.BUMN . Hanya dengan modal nekat aku coba tenang saat walk in interview and I show the best I ever had for interviewer, dan lanjut psikotes serta tes kesehatan yang ternyata aku bisa dan lulus dalam tahap-tahap itu. Hingga menuju keputusan terakhir, aku harus interview user di sebuah pusat bank dibilangan kota, wawancara dengan kanwil pusat sih sempet bikin dagdigdugserr. Yaaa... really I'm so nervous. Karena menurut capeg (calon pegawai) yang sudah ngejalanin interview user, Pak Kanwil itu agak horor karena ketus dalam omongannya dan susah senyum. Ketika tiba saatnya namaku dipanggil, aku coba se rileks mungkin, dan dalam hati aku monolog sama tuhan "tolong jaga perkataanku, dan mudahkan aku menaklukkan orang itu, semua demi orangtuaku"   aku masuk dan langsung ijin duduk, seperti biasa suasana agak kaku dan berakhir dengan obrolan serius tentang dunia fotografi dan konser, karena pak kanwil tertarik dengan pembahasan itu dan untungnya aku bisa mengimbanginya. Masuk tahap pemberkasan, rasanya 1/4 bagian dari diri aku ilang.. Karena ijazah S1 aku resmi ditahan selama 2tahun oleh pihak bank, padahal saat itu aku masih setengah hati untuk bergelut diprofesi itu. Kontrak 2tahun itu bukan "waktu" yang singkat buat aku jalani. 

  Aku pernah ngerasa down, sedih, kecewa saat cobaan datang, pikirin tentang berbagai hal yang patut kita syukuri dalam hidup. Always look at your problems from the bright side. Dari pada fokus mikirin apa yang ga bisa kita dapetin, mending syukuri what we already have. Dengan begini kita jadi lebih bisa menghargai hidup dan lebih deket dengan tuhan. Sekarang aku jalanin apa yang udah aku perjuangkan, berat memang, tapi insyaAllah aku akan merasakan nikmatnya suatu hari nanti, karena tiap kejadian pasti ada hikmahnya.

Jadi buat kalian yang masih dibebaskan dalam hal memilih pekerjaan, mulai dari sekarang kejar passion kalian, kejar apapun yang memang pantas kalian gapai.

Jumat, 10 Mei 2013

Ternyata itu Aku.. Menurut "Dia"

"MAYA"

" Maya... Membahasakan dirimu serupa menentukan darimana setetes rintik hujan berasal. Ada gelas-gelas mimpi yang hampir penuh dimatamu. Menggaris langit dalam seperempat bianglala. Menggambarkan tentang bagaimana sukma bisa begitu terkagum pada raut senyummu. Yang selalu saja berhasil kau ukir seindah merahnya senja.

Maya, Membahasakan dirimu serupa pucuk-pucuk edelweis di Lembah Mandalawangi yang muncul tak beraturan. Betapa senyap angin menepis segala keraguan. Berbicara tentang angin, aku bahkan tak tahu dibagian mana mereka akan muncul. Lalu sampailah pada tepian pagi ini. Ketika angin memeluk cemas raut manja wajahmu. Ingin kukemas itu semua dibalik dedaunan. Menyembunyikannya hingga gugur sendiri nanti. Tapi ranting terlalu lantang bercerita. Tentang senja yang mencemburui senyuman mu... 

Maya.. Masihkah perlu kucoba membahasakan dirimu?? "

Itu sudut pandang dari salah satu orang yang memang dia mengetahui aku seperti apa. Ga ada sedikitpun yang aku rubah.. Itu pure "tulisannya". Aku ga berhak memenggal kata-kata yang menurutku "ga indah", akupun ga berhak untuk menghentikannya  berfantasi dengan kata mengenaiku. Dia itu temen, yaa.. Temen yang kehidupannya suka ga jelas, jalan ga jelas, dan menertawakan beberapa "hal" yang ga jelas pula. Hahahah aneh? Oh, tidak.. Dia ga aneh, tapi unik.. Orang yang ga kenal mungkin akan beranggapan bahwa orang ini aneh, tapi menurutku dia ga aneh, karena dia ga pernah sedikitpun berusaha "mengcover" diri untuk di lihat "baik" dimataku.. Yaa sesederhana itu kah... Hingga aku pun tak perlu repot untuk memperlihatkan beberapa hal mengenai passionku di"bagian" apa, attitudeku seperti apa, dan semua tentang kesederhanaan hidup,  hingga aku pun ga risih untuk menceritakannya.

I'm not trying to do something different, I'm trying to do the same thing but in ɑ different way.- Vivienne westwood

Jumat, 05 April 2013

Lebih Baik Berkaca Diri

      Kebanyakan dari kita suka lupa hal-hal kecil apa aja sih yang udah bikin kita nyesel akan "sesuatu" yang ga bisa kita capai karena kesalahan diri. Kita suka meremehkan hal-hal kecil, sampai akhirnya kita sadar bahwa hal kecil itulah yang menjadi bumerang kita. Seperti contoh, ketika kita tidak bisa memenangkan perlombaan nulis cerpen, karena kita kurang menguasai perbendaharaan kata, dan mungkin pada kenyataannya kita memang harus banyak belajar, belajar, dan belajar lagi. Sama halnya ketika kita berada dalam sebuah organisasi, jangan marah, kesel, lalu keluar dari organisasi tersebut klo ide kita ga dipakai, bukan berarti ide kita masuk dalam kategori sebagai pokok pikiran yang jelek dan ga berbobot, coba di pikirin baik-baik, mungkin aja ide yang dibutuhkan dalam memecahkan suatu masalah dalam organisasi tersebut bukan seperti apa yang ada di otak kita, banyak keputusan yang harus diputuskan secara mufakat, berpegang teguh sama pilihan dan apa yang kita yakini itu bagus banget, tapi jangan lupa untuk tetap berpikiran terbuka, we are living in a big world, with so many personalities and opportunities. Nggak ada gunanya klo kita selalu berpikir sebagai orang "yang paling bener". Noted!! Dan jika kita tidak lolos dalam mengikuti kompetisi ajang-ajang bergengsi, padahal kita merasa jauh lebih oke dari kontestan yang lain, mungkin kita harus lebih banyak mengeksplore diri lagi, dan percayalah, seorang juri bukan hanya menilai kita dari fisik, otakpun ikut berkompetisi dengan pengetahuan-pengetahuan yang kita punya. Sebenarnya, Kita ga perlu dengan apapun yang instan, karena yang kita butuhkan itu proses, proses dimana kita belajar secara bertahap untuk dapetin dan mengerti apa yang sebenarnya kita butuhkan dan tau apa yang sebenarnya akan kita kejar.

     Ketika apa yang kita mau belum bisa jadi kenyataan atau banyak hal yang belum kita capai karena beberapa kendala tertentu. Please, don't give up! Yaaa karena it's time to think more deeply about what we've done, untuk sadar, hal apasih yang salah dalam diri kita? Hal apasih yang kurang dalam diri kita? Sehingga kita ga bisa mencapai "sesuatu" tersebut. Kadang kita hanya bisa melihat dan mengomentari semua kekurangan orang-orang disekitar kita, dan lebih fatalnya lagi, kita ga pernah sadar sama kekurangan yang ada dalam diri kita sendiri. Lebih tepatnya gini kali yah. "Manusia itu paling hebat menjadi hakim untuk orang lain dan paling jago jadi pengacara bagi dirinya sendiri" Padahal point terpentingnya adalah ketika seseorang sadar akan kesalahan yang ia perbuat, sadar akan kekurangan yang ia miliki, justru itu akan membuat mereka berfikir bahwa, "we must to be ɑ better person with all the things we ever had " Intropeksi diri itu penting, tapi lebih penting lagi, kita harus sadar dulu apa kelemahan dan kelebihan kita. Dan jangan memikirkan terlalu dalam mengenai kelemahan yang ada didalam diri kita, tapi berfikir bagaimana cara kita untuk dapat merubahnya. Bermimpi untuk menjadi sempurna boleh aja kok, tapi kita juga harus sadar dan tau bagaimana cara merealisasikannya.

Everything in life is accumulated your actions define the results.  Yep. Klo udah tau That's your beginning to learn how to struggle guys!

Rabu, 03 April 2013

Julio Cesar Still In My Mind

     Entah kenapa, setiap liat aksinya Handanovic disetiap pertandingan, ngeliat gaya dia menyelamatkan bola, ngeliat cara dia ngebawa diri setenang mungkin saat banyak orang menekannya, itu semua bikin kita keingetan sama Julio Cesar.. yaaa.. Mantan kiper Internazionale saat ini sudah mengembangkan karirnya di QPR, Julio Cesar Soares de Espindola atau yang akrab kita kenal dengan nama JuliOne ini lahir pada tanggal 3 September 1979 di Duque de Caxias, Brasil. Dia merupakan pemain sepakbola berkebangsaan Brasil yang bermain di posisi kiper.
Cesar memulai karirnya di tim lokal, Flamengo, dan bertahan di klub itu selama 6 musim. Pada bulan Januari 2005, dia dibeli oleh Inter Milan dan langsung dipinjamkan ke Chievo Verona untuk sisa musim 2004-2005, karena kuota pemain non Eropa Inter waktu itu sudah penuh. Sayangnya di Chievo, Julio Cesar sama sekali tidak diturunkan.

Pada Agustus 2005, dia kembali ke Inter dan menandatangi kontrak selama 3 tahun. Penampilannya yang menawan saat menggantikan Francesco Toldo membuatnya terpilih sebagai kiper utama. Penampilan yang konsisten membuatnya dianggap sebagai kiper terbaik di dunia. Perpisahan Julio dengan semua pemain dan presiden Intermilan, menjadi moment yang susah untuk dilupakan, bahkan tak sedikit pun aku melupakan video perpisahan itu. aaaaaah nangis (lagi),, jadi inget ini Surat terbukanya JuliOne:

"Terima kasih atas apa yang telah kita lalui dalam enam tahun ini, aku telah mempersiapkan sebuah surat untuk kalian, saya akan mencoba untuk tidak menangis...

Tujuh tahun yang lalu saya tiba di Milan, seorang laki-laki sederhana yang tidak dikenal bermain untuk sepak bola Eropa, namun sekarang ia telah mencapai tujuannya: 'Menjadi seorang kiper dihormati dan sukses'.

Dengan antusiasme seperti ini saya disambut dan petualangan saya bermulai.
Pertama kali aku mengenakan Jersey Inter aku menyadari berapa banyak penggemar mendukung saya.
Saya telah bekerja keras untuk menjadi pilihan Utama, akhirnya kepercayaan itu datang dari pelatih Mancini.

Sejak itu mimpi saya mulai menjadi kenyataan, Menjadi Scudetto. Bahkan beberapa tahun kemudian kami berhasil meraih sesuatu yang hebat.

Hari demi hari kami mulai membangun sebuah cerita yang akan selalu tetap ada dalam ingatanku.

Bersama dengan rekan-rekan saya, kami berhasil melakukan sesuatu yang hebat untuk semua orang: TREBLE WINNER, setelah penantian panjang selama 45 tahun. Akhirnya laki-laki sederhana itu berhasil mencapai Impiannya, terima kasih kepada keluarga besar yang disebut Inter.

Berkat Presiden, timnya dan untuk Anda, cinta anda dan semua yang anda berikan akan selalu berada di hatiku."

SAYA TIDAK MEMILIKI KATA-KATA LAIN, HANYA AIR MATA INI,

"Disini Mimpi itu berawal dan berakhir"


     Rumor yang beredar di media, Milan mengincar JuliOne untuk gabung di clubnya, bener-bener nyesek bacanya dan berharap itu ga terjadi, kalaupun terjadi, bukan cuma aku, tapi banyak interista mungkin aja kecewa. I know you've ɑ smart thinker and think twice before you sign contract yaa Julio. Hingga sekarang aku masih hormatin semua kontribusinya untuk inter.. Aaaah he's one of treble winner heroes, thankyou for a wonderful season that you give for us (inter). berharap Handanovic  bisa lebih hebat dari JC.

Selasa, 12 Februari 2013

Valentine Day? Bukan Keharusan untuk Dirayakan

  .  Sekarang udah masuk tanggal 12 Februari, that's why ada rasa keinginan aku untuk ngebahas V'Day, it's mean hari Valentine in February :) dan so faaaar, Valentine sangat identik dengan Bunga, pink, dan Cokelat.
    Setiap bulan Februari, cokelat, permen loli dan bunga mawar jadi makin laris. Yang mau aku tanya, adakah keterkaitan antara cokelat, permen loli, penjual bunga dan kasih sayang? Tapi terlepas dari itu semua, apakah keterkaitan itu akan menguntungkan atau justru merugikan kamu?

     Aku pun tertarik untuk ngobrol sama ayah mama dan aku menyimak ungkapan cinta yang mereka utarakan, kepada pasangannya tidak harus dengan sebuah cokelat atau bunga. Bisa dibilang media massa waktu itu masih cenderung sedikit, channel televisi aja hanya ada satu. Tetapi, ketika televisi dan radio swasta, serta media massa cetak untuk anak muda mulai hadir kebentuk dan termasuk bagian gaya hidup di tahun 1990-an hingga sekarang. Hal tersebut menjadi semacam tolak ukur terhadap bagaimana seorang remaja harus mengisi hari-harinya. Berangkat dari media ini, situasi tentang kebiasaan orang dibelahan dunia lain yang memakai cokelat dan bunga sebagai ekspresi kasih sayang, sebetulnya hanya mengisi wawasan kita tentang mengungkapkan apa itu "cinta".
    
     Menjadikan sebuah identitas yang khas pada cokelat, bunga, dan kasih sayang secara universal pada tanggal 14 februari, sesungguhnya membuat “kasih sayang” jadi terkotakkan dalam moment khusus selain tanggal itu, membuat orang merasa wajar untuk tidak saling mengasihi dan menyayangi dihari lain. Layaknya perayaan tradisi saling memaafkan dan meminta maaf dihari lebaran, yang malah membuat orang berfikir dan bertindak bahwa memberi dan meminta maaf hanya saat moment lebaran saja. Sekarang sudah jarang aku melihat orang yang menerapkan nilai saling memberi cinta dan kasih sayang terhadap sesama, karena (kebanyakan) orang berfikir akan ada satu hari dalam setahun dimana kita bisa saling mengekspresikan rasa cinta dan kasih sayang, jadi pemanfaatan ini meresap kedalam waktu 24jam saja, dari 8760jam yang kita miliki selama setahun, atau mungkin sebaliknya. Munculnya hari Valentine bisa jadi adalah dari menurunnya ekspresi kasih sayang yang diungkapkan oleh manusia, sampai-sampai dibuat satu hari khusus untuk merayakannya.
Back to the topic about Cokelat dan bunga, menurutku sama sekali bukan bermaksud untuk menyatakan ekspresi cinta, kalau ada orang yang beranggapan seperti itu, menurutku he/she was weirdoos. Hihi

   Apa jadinya bila kita ga punya ekspresi cinta sendiri, dan atas nama takut ketinggalan zaman, cokelat dan bunga kini menjadi ciri konsumtif anak-anak muda di Hari Valentine. Nilai konsumtif tersebut yang bisa merugikan. Namun lepas dari bunga ataupun cokelat, kita harusnya punya pikiran sendiri tentang cinta atau rasa sayang yang kita inginkan. Sebenernya kita bisa mengubah pandangan kita terhadap cinta dengan tidak melulu mengidentikkan cinta dengan bunga , cokelat, candle light dinner atau malah making love dengan pacar, kedalaman perasaan bukan diukur dengan material thing that you just can get by spending money. Cintailah orang – orang disekelilingmu, misalnya cium kening kedua orangtuamu, di iringi dengan kartu ucapan rasa kasih sayang dipagi hari. Buatlah ekspresi cinta yang universal dengan tidak membatasi diri untuk mengungkapkannya. Begitu banyak benda yang mungkin kamu anggap remeh di sekelilingmu yang bisa kamu gali manfaatnya sebagai simbol rasa cintamu. Jika pemikiran kamu selalu terpaku pada benda-benda yang sering kamu lihat ditelevisi, dimajalah, di mall-mall, dll. Ada baiknya kamu membayangkan sedang berada disuatu pulau in the middle of nowhere, dan kamu diharuskan mewakili rasa cintamu dengan benda yang ada disitu, jangan lupa untuk memberi alasan dan penjelasan yang masuk akal mengapa kamu pilih benda tersebut. Let's try it ! tapi ga harus saat valentine.
    14 februari, bukan moment yang mengharuskan kalian untuk merayakan valentine dengan pacar, istri atau dengan orang terkasih, tapi lebih baik digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Karena kenyataannya valentine's day itu ga ada dalam budaya kita (rakyat Indonesia) . Jadi untuk kalian yang belom punya pasangan, jangan memusingkan moment Valentine, klo memang kalian mau berbagi kasih sayang, dihari lain pun bisa. Selama ini kita hanya dibodohi pengaruh budaya luar. Behave lah ya!! :)

Minggu, 10 Februari 2013

Aksi Kecil, Bermakna Besar

         Banyak orang nanya "kenapa sih lo dari dulu suka banget donorin darah? Hobby?" Haduhh.. Masa hobby donorin darah? Awal mula kenapa aku suka dondar (donor darah) yaaa karena aku inget cerita ayah, tentang pengalaman susahnya ia mendapatkan 4kantong darah yang dibutuhin untuk kakek aku, padahal ayah adalah pendonor (rutin), tapi kesulitan-kesulitan tetap ia temui ketika ia benar-benar sangat membutuhkan. Hingga akhirnya kakek aku meninggal karena lamanya darah yang ayah dapatkan, ketika ayah sampai dirumah sakit, ternyata kakek aku udah menghembuskan nafas terakhirnya, dengan reflek darah yang ayah bawa langsung dilempar jauh-jauh, karena ayah nyesel kenapa harus lama dapet pertolongan itu. bukan salah ayah sih, dan bukan juga sepenuhnya salah pihak PMI yang memang jelas mereka juga agak menyulitkan dalam proses sampainya darah itu ketangan ayah, tapi karena stok darah yang ayah cari saat itu sangat terbatas, hingga ayah hanya diperbolehkan membawa 2kantong aja. dari situ aku mikir, betapa berharganya sekantong darah untuk (mereka) yang membutuhkan, dan betapa petingnya tiap orang mempunyai jiwa sosial untuk membantu antar sesama. Aku memantapkan diri mendonorkan darahku untuk pertama kalinya saat masih duduk dibangku Sekolah Menengah Atas, hingga akhirnya aku merasa itu hanya hal kecil yang bisa aku lakukan untuk membantu, dan semua itu menjadi sesuatu hal yang biasa dan rutin aku lakuin setiap ada event donor darah. Itu alasan kenapa aku bilang 1kantong darah yang kita berikan setiap dondar hanya "hal kecil", tapi itu bisa menyelamatkan hidup seseorang, memang cuma sekantong sih, tapi yaaaa... Paling ngga, kita udah ikut andil dan berharap darah itu akan bermanfaat untuk(nya). Karena aku gamau apa yang dialamin ayah dalam usaha susahnya mencari darah untuk menolong hidup kakek aku, akan dialami pula pada orang lain. Walaupun aku sadar, hidup mati seseorang hanya Tuhan yang tau, tapi kita sebagai manusia juga wajib berusaha. Kalaupun akhirnya tidak sesuai dengan keinginan kita, berarti Tuhan tau apa yang terbaik untuk kita. Dan kematian kakek, adalah jalan terbaik yang Tuhan kasih.

        Jadi, jangan tanya kenapa aku seperti ini, jelas alasanku hanya 1, aku mau apapun yang aku punya, apapun yang bisa aku "lakukan" harus bermanfaat buat orang lain. Bahkan dulu pernah terbesit dipikiranku ingin jadi duta PMI, mungkin orang yang mendengarnya akan mengernyitkan dahi, karena jaman sekarang masih aja pemikiran aku kaya gitu, mungkin mereka akan menganggapku "katrok" kali yah. But no problem, karena menurutku, sadar atau tidak, Indonesia ini sangat sangat sangat kekurangan pendonor darah, karena ga adanya kesadaran diri dari masing-masing, bahkan (mungkin) mereka berfikir itu hanya buang-buang waktu dan ga penting untuk jadi salah satu pendonor. Memang ga wajib sih, tapi klo kita bisa, why not? Sempet agak kesel denger percakapan seseorang:
  
A: "Lo yakin mau donorin darah? 
Untungnya apa coba?"
B: "iya, yakin lah! Hmm. Ga ada 
untungnya. Gue cuma mau ikutan 
aja."
A: "nah kaaan, yaudah gausah donor 
aja. Kan sakit tau."
B: "ah lo bikin gue bimbang. Lah, lo 
sendiri kenapa ga mau donorin 
darah lo?"

A: "Ga ahh males, lagian gue juga 
takut sama jarum suntik."
B: "hahaha"

         Menurut aku, mereka itu konyol, donor darah emang ga ada untungnya secara materil, tapi secara batin kita puas udah bisa ngebantu orang lain, untuk alasan takut karena jarum suntik, coba berfikir lagi deh,
        » sama orang tua aja kadang (suka) ngelawan, masa sama jarum suntik takut.
        » Sholat 5waktu aja kadang suka ditinggal (padahal jelas dosanya seperti apa), masa sama jarum 
           suntik takut? 
     
        Sebenernya aku cuma mau meningkatkan kesadaran orang-orang bahwa donor darah adalah hal yang baik untuk kesehatan, sekaligus membantu orang yang membutuhkannya. Dan I like the concept that everyone have the same blood, running through their veins - entah mereka Kristen, Islam, Hindu, Buddha, Katolik, laki-laki, perempuan atau apapun itu, pokoknya judulnya yaa kita sama-sama manusia, dan kita semua sama, ngga ada perbedaan. A lot of social work banyak yang kaitannya dengan agama, ras, status, dan sebagainya, but when it comes to PMI - it's kind of just humans , and you knowit's just health, human survival, and just benefit of everyone. 

"Sekantong darah kalian, sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan"

Jumat, 01 Februari 2013

Arti Cinta Ternyata Ada di Hati dan Kepala Kita

   Orang mengira kalau cinta itu semata persoalan hati. Ternyata cinta yang sehat itu selain memerlukan hati, juga memerlukan "kepala" loh. Nah, kita harus tau nih sekarang, bagaimana latar belakang perayaan hari kasih sayang atau sering orang bilang "Valentine Day", dan apa sih prinsip dari cinta itu?

Awalnya ketika aku iseng membaca sebuah buku dirumah teman kantor ayah dan aku lupa dari mana buku itu berasal, berjudul apa dan cetakan keberapa, aku tak ingat, yang aku ingat hanya beberapa bagian (tulisan) di dalam buku itu. Aku akan mencoba to story telling dengan gaya bahasa/ciri khas ku. Lagipula sebentar lagi tanggal 14Februari, (biasanya) orang bilang itu adalah hari Valentine.

Bermula ketika Raja Claudius II (e68-270 M) melarang prajurit-prajuritnya menikah. Menurut Raja tersebut, kalau para prajurit itu menjomblo, maka mereka akan lebih agresif berperang. Kebijakan ini lalu ditentang Santo Valentine dan Santo Marius, diam-diam mereka berdua tetep bersedia meresmikan pernikahan para prajurit. Ini tentu karena mereka membela kasih sayang. Bagi mereka pernikahan itu seharusnya adalah perwujudan nyata dari kasih sayang antara dua manusia yang ingin berkomitmen untuk saling mengasihi selama hidup mereka. Namun sayang, tindakan mereka tercium sang raja. Kedua Santo itu dipenjarakan lalu dihukum mati. Ketika dipenjara, Santo Valentine berkenalan dengan seorang gadis anak sipir penjara, yang kemudian gadis ini dengan setia menjenguk Valentine hingga menjelang hukuman matinya. Mungkin karena Santo ini mengajarkan bagaimana kasih sayang atau cinta itu penting bagi kehidupan manusia. Saat itu Valentine masih sempet menulis pesan "From Your Valentine" kepada gadis itu. Kata ini adalah ekspresi cinta kepada sesama manusia. Setelah kematian Santo Valentine dan Santo Marius, orang-orang selalu mengenangnya dengan merayakan cinta kasih yang dinamai "Valentine". Dua ratus tahun kemudian (496M) setelah kematian Santo Valentine dan Marius, Paus Galasius meresmikan 14 Februari 496 sebagai hari Valentine. Walau begitu, ternyata perayaan Valentine modern sekarang ini justru tidak dikenal dalam adat perayaannya orang kristen, artinya hari Valentine bukanlah hari suci bagi umat kristiani. Begitulah asal muasal Valentine Day, meskipun sejarah ini diambil dari kaum kristiani, tapi tetap saja kasih sayang atau cinta itu sebenernya bisa dimiliki siapa aja, agama apa aja. Tak hanya Santo Valentine dan Marius, ada tokoh lain yang juga berbicara mengenai masalah cinta dan ga kalah populernya, terutama karena mengaitkan cinta tidak hanya dengan perasaan, tapi juga pikiran.

       Klo aku sebut nama Gabriel Marcel (1872-1970), ada yang tau ga? Siapa dia? Mungkin sebagian dari kalian udah ada yang kenal atau bahkan mengetahui biografinya. Dia itu filsuf asal Inggris yang juga berbicara masalah "cinta". Sebenarnya bukan cinta aja sih yang dia bahas, dia juga sejarawan, ahli matematik, dan ahli logika juga. He has ɑ smart brain, indeed :) that's why, aku suka baca sedikit kisah dibalik nama itu. Tapi disini aku ga bahas kepintarannya, yang aku bahas adalah Perihal "cinta" dari orang pintar ini yang harus kita simak yaitu:
    
    "kehidupan yang baik adalah kehidupan yang di ilhami oleh cinta dan tentu saja melalui bimbingan atas pengetahuan."

    Mungkin itu juga sebabnya banyak pepatah mengatakan "Hidup tanpa cinta itu ngga bermakna" dan "cinta tanpa pengetahuan itu buta" . Pria peraih Nobel Prize in Literature ini menjelaskan bahwa "Pengetahuan dan Cinta adalah dua hal yang dapat diperluas sampai tak terhingga, it's mean, bahwa bagaimanapun baiknya kehidupan, dengan mengaitkan antara cinta dan pengetahuan, akan masih ada kehidupan yang lebih baik dari yang pernah kita bayangkan". Pemikiran dia tentang cinta ini juga sangat terkenal dan berguna sekali dalam menganalisa dunia percintaan. :))

   Jadi intinya, cinta itu bukan hanya bicara perasaan, tapi juga melibatkan pikiran atau pengetahuan, selain sisi emosi, kita juga harus melibatkan rasio kita dalam bercinta. Selain itu cinta bukan hanya milik dua orang, tapi juga milik masyarakat dan orang banyak, cinta bisa membuahkan keadilan buat masyarakat. Jangan seperti raja Claudius tadi, karena "pikirannya" maka hatinya tak memberi tempat tentang "cinta". Payah yaah... Dan balik lagi ketulisan aku beberapa bulan lalu, bahwa kekuatan pikiran memang bener-bener dahsyat. Udah saatnya kita hati-hati dalam berfikir.

Senin, 28 Januari 2013

Review Sedikit (Waktu) yang Kita Punya

    Siapa sangka bahwa pertemuan yang tidaksengaja malah membawa kita jadi punya hubungan? Hubungan yang lebih dari teman, karena kenyamanan yang kita rasa. Dengan dua hobby yang berbeda, ternyata kita bisa, kita bisa ngejalanin dan itu semua dalam waktu yang tidak singkat, kita sama-sama membangun rasa sayang, rasa saling berbagi dan selama itupula aku belajar mengenal kamu dan hari-harimu. Segala macam masalah (kita) sudahku selsaikan satu persatu dan membuatku belajar menaklukan sifat keras yang kamu punya. Kamu begitu protect, kamu begitu keras kepala, yaaa bisa dibilang over posesifnya sih dengan alasan karena kamu sayang aku (katanya), tapi bukan itu cara yang aku mau. Bukan itu aksi yang aku inginkan dari kamu. Aku yang tadinya hanya seorang perempuan biasa dengan segala macam emosi yang aku punya, (bisa) berubah menjadi wanita yang sabar, sabar akan semua sifat keras kepalanya kamu, sabar akan sifat galaknya kamu, egoisnya kamu, manjanya kamu. Selama ini ketika kamu jadi api, aku berusaha untuk jadi air, karena aku tau, klo aku ga berusaha ngontrol diri aku, itu ga akan ada habisnya, kita akan sama-sama panas.

    Semakin lama berjalannya hubungan kita, semakin banyak masalah yang berdatangan. Mungkin itu cara tuhan yang menginginkan aku untuk terus belajar tegar. Aku berusaha untuk bersikap normal supaya kamu tak perlu khawatir dan membenarkan sikap protect terhadapku, nyatanya fikiranku salah, kamu tetep aja ngelarang aku banyak hal dan aku menurutinya, karena aku berusaha dan hanya ingin  menjaganya agar kita tetap baik-baik aja. Sebenarnya aku ga habis fikir, kok tega yaa kamu selingkuh dibelakangku dengan wanita yang kau cap "lonte" , dengan besar hati aku bilang :

"Klo kamu mau nakal, klo kamu mau macem-macem sama perempuan malam itu, silahkaan. Tapi aku mohon, tinggalin aku dulu, lepasin aku, biarkan aku dapat yang jauh lebih baik dari kamu, baru kamu bisa bebas dengan semuanya"

Nyatanya kamu tetep pilih aku, kepercayaan yang selama ini aku kasih, tiba-tiba kamu rusak dalam beberapa jam. Dan itu susah untuk ngembaliin kepercayaan aku. Sekarang kamu baru sadar, ternyata hadirnya aku dihidupmu membawa hal positif untuk dirimu, dan kamu menyesalinya. Kini kamu mengeluh bahwa kuliahmu tak beraturan dan tak kunjung selsai karena aku sudah tidak lagi menjadi alarm dihari-harimu... Suara penyesalan itu muncul dari mulutmu. But yaa  hhhh it's too late boy! :) dan sayangnya, aku akan terus melangkah dengan hidup yang aku punya. Awalnya aku sedih dan ngerasa seolah bumi tiba-tiba mendadak berhenti berputar, jam pun berhenti berdetak ketika kamu memutuskan hubungan denganku, tapi dengan berjalannya waktu, aku sadar akan tiba saatnya kita memang harus putus, akan tiba saatnya aku berhenti menyayangimu, akan tiba saatnya aku lelah bersabar dengan segala keegoisanmu. Sekarang kamu melakukan beberapa hal yang menurutku, "Itu bukan kamu banget" untuk apa? Untuk membuat aku iba dan balik sama kamu lagi? Maaf, aku hanya bisa memaafkan kesalahanmu yang dulu, dan mungkin aku terlalu batu karena ga bisa to give you a change to be a better person. Karena pada kenyataannya, aku bukan wanita hebat seperti yang kamu bilang, aku juga bukan wanita super lembut dan super baik seperti yang kamu rasakan selama ini. Aku hanya wanita biasa yang masih limit banget kesabaran yang aku punya.
 
    Don't put a big expectation on me if i'm not into it, you'll regret... :) and Thus, I just wanna say to you: goodbye it was an amazing 3,5years. I remain as your friend :) ciaoooo...

Status Mereka Bukan Bahan Lelucon

     Pagi ini hingga menjelang sore hari harus dikotori dengan komentar-komentar negatif orang-orang diluar sana, dan aku muak dengan kalimat "Ganja - Janda". pemikiran kalian pada sakit itu sih. Tidak focus dikasus malah melecehkan status seseorang. Astaga! Dimana otak kaliaaaaaaaaaan? Mensejajarkan ganja dan janda. Broadcast message kali ini bener-bener bikin gerah, terutama yang posting tweet dengan lelucon konyol mengenai dua hal tersebut. Think twice before you spoken lah yaa. Aku juga pernah kok komentar tentang kasus-kasus yang ada dipublik, tapi bukan dengan cara yang nyeleneh kaya gitu.
Status janda di era sekarang udah ga aneh, dan udah bukan hal baru lagi. Janda itu ada dua golongan, yang pertama mereka berstatus janda karena ditinggal mati suaminya, dan yang kedua, mereka berstatus janda karena perpisahan dipengadilan. Mereka sama kok dengan para gadis lainnya. Cuma ada 1perbedaan mungkin yah, dan menurutku itu bukan hal yang penting dan pantas untuk kalian ejek. Apalagi untuk seseorang yang sampai sekarang masih jadi single parents, I want to give standing applause to you. Para single parents itu hebat, mereka memposisikan diri dengan 2kepribadian untuk anak-anaknya, bersikap tegas dan melindungi bagai seorang ayah, dan bersikap lembut dan menyayangi bagai seorang ibu. Itu bukan hal yang mudah untuk dijalani dalam waktu yang bersamaan. Perang batin, mungkin udah mainstream bagi mereka, tapi laknatlah kalian yang underestimate dengan(nya). Status janda itu ga hina, mereka cuma sebagian orang yang kurang beruntung dalam mengarungi bahtera rumahtangga-nya. Andai sebelumnya mereka bisa memilih dan mengetahui akan nasib hidup mereka selanjutnya setelah menikah, mungkin mereka ga akan memutuskan untuk menikah dengan(nya) klo tau akan berakhir dengan perceraian. Siapa sih yang mau? Semua wanita juga ingin rumahtangganya baik-baik aja, hidup dengan lelaki pilihannya, mempunyai keluarga kecil dengan 2orang buah hatinya, selalu harmonis dan saling menyayangi. "No one knows the fate of a person"
      Dan kalian !! jangan habiskan masa muda kalian hanya untuk melecehkan status seseorang dengan lelucon-lelucon bodoh. Coba berfikir, klo itu ada diposisi kalian, dengan status ibu kalian yang (maaf) janda karena perceraian, dan kalian tau, banyak orang diluar sana yang mengejeknya. Apa kalian rela? Klo aku boleh milih, aku lebih baik diam. Sayang aja mulut ini klo dipake hanya untuk menjatuhkan atau menghina status seseorang. Tanpa komentar dengan lelucon-lelucon bodoh di social media, karena akan ada yang merasa tersinggung dengan kata-kata yang kita anggap sebuah "bercandaan semata". Bahaya loh. yaaa cuma sekedar ngingetin aja sih. Aku jadi inget omongan mama "Klo pedang ngelukain hati, masih ada harapan untuk sembuh, tapi klo lidah ngelukain hati, hendak kemana obat dicari" maka udah seharusnya kita hati-hati dalam bertutur kata. :)

   Terus semangat untuk kalian yang sanggup mengurus anak-anaknya seorang diri. Berharap masa depan kalian terutama anak-anak kalian jauh lebih baik dibanding orang-orang yang mengejek saat ini. Single parents = single fighter :)

Minggu, 20 Januari 2013

Sedikit Cerita, Menjelang Hidup yang Abadi

Chandra Nur Rachman..
yaa! Untuk orang yang kenal sama abang aku, nama itu memang gak asing bagi mereka. Sosok abang yang super bandel, super galak, super lembut, tapi juga super banget baiknya. Tapi sayang, tuhan terlalu cepat untuk manggil dia, terlalu cepat ngambil abang dari aku, mama, ayah, ade dan juga dari semua orang yang sayang sama abang. Banyak yang ga nyangka dia pergi secepat itu, di umurnya yang baru 22tahun dia menghembuskan nafas terakhir, klo ditanya aku ngerasa kehilangan atau ngga? Jelas IYA! aku kehilangan sosok kakak, aku kehilangan sosok sahabat, dia itu abang sekaligus sahabat untuk aku. Dulu, klo pulang sekolah aku nangis, dia slalu nanya, siapa yang berani gangguin aku, abis itu orang yang ganggu langsung disamperin. Besoknya aku jadi aman, begitu seterusnya. Abang paling takut sama ayah, apapun yang berhubungan sama ayah, dia ga berani berkutik, itu sebabnya dia rela ngelawan beberapa keinginan-keinginannya dan selama hidupnya, aku hanya kenal sosok abang sebatas nama, tanpa tau apa yang sebenernya terjadi dibalik nama itu. Dia rela menghentikan cita-citanya demi memenuhi keinginan ayah, ayah mau salah satu anaknya harus ada yang jadi penerusnya sebagai Polisi, bukan suatu hal yang mudah sebenernya, karena abang liat ade-adenya perempuan, dan dia ga mau ngebiarin salah satu dari aku sama ade ada yang ikut sekolah polwan, akhirnya dengan berat hati dia daftar polisi, walaupun ayah seorang polisi, tapi bukan berati abang bisa masuk polisi dengan mudah, dia tetep berusaha keras sama seperti peserta lain, untuk psikotes dan tes-tes yang lain. Selama tes, abang selalu lolos, karena otaknya ga diragukan lagi, dia pinter, dia punya pemikiran yang cerdas, sampai 4x daftar, dan selalu gagal di tes kesehatan. Akhirnya dia putus asa, karena udah ga bisa daftar untuk yang ke 5x nya. Waktu itu aku lagi mau pergi sama abang, tiba-tiba dia bilang "aku udah ga sanggup untuk memenuhi keinginan ayah, untuk yang ini, aku mohon, kamu gantiin aku de, aku bantu untuk ngadepin berbagai macem tes masuknya" denger dya ngomong gitu, spechless banget dan aku ga ngerti harus berbuat apa, karena untuk jadi polwan itu sama sekali ga ada dipikiran aku sebelumnya. Beberapa bulan kemudian, abang sakit, dia mulai ngerasa badannya udah ga enak, akhirnya mama memutuskan untuk bawa dia kerumah sakit dan setelah ngelewatin general checkup, dokter bilang, abang aku kena infeksi paru-paru dan harus di opname. Ayah langsung setuju dengan keputusan dokter demi kesehatannya abang, setelah melewati beberapa hari di opname, abang keliatan semakin membaik, dan genap seminggu dia dirumah sakit, akhirnya dokter ngijinin abang pulang. Aku seneng akhirnya dia bisa pulang, karena aku kangen,,, kangen mau berantem sama dia, kangen mau debat ngomongin berita yang pada kenyataannya kita sama-sama sotoy. Hahaha aku juga kangen denger dia dimarahin mama karena begadang dan ngerokok yang tiada henti. Waktu itu sebelum akhirnya dia sakit, Abang tuh abis bantuin pacarnya ikutan Caleg (Calon Legislatif) Partai Demokrat, namanya Ka Yussi Astari, hmmm.. Gini deh, saat kalian jatuh cinta sama seseorang, hal apa sih yg ga pengen kalian lakukan buat dia? you would want do just about anything to make him/her happy rite? Nah sama hal nya kaya abang, dia rela ngelakuin apapun demi ka Uci, dia juga rela turun tangan langsung pas ka Uci kampanye Caleg, aku sekeluarga besarpun mendukung sebenernya. Aku salut ngeliat pengorbanan abang, walaupun kadang untuk beberapa hal kita berbeda pendapat sih, tapi tetep, he's one of my hero in the world :) dua hari setelah itu, aku sekeluarga pergi ke Ciwidey Bandung, niatnya sih ayah mau ajak abang jalan-jalan selepas dia dirawat, sampe di kawah putih, abang ga mau turun dari mobil, dengan alesan, dingin dan ga suka sama keramaian disekitaran kawah.

Akhirnya aku ber4 tetep main ke kawah dan ninggalin dia sendiri, ketika aku sama Najla selsai foto-foto, tiba-tiba abang nelfon mama dan ngajakin beranjak dari tempat itu,, okeh, tanpa fikir panjang aku ber4 langsung jalan ke mobil, dan pas ayah tanya....

 Ayah: "kenapa minta pulang? Kita kan baru sampe."
Abang: "Chandra ga betah yah, mau pergi aja dari tempat ini, mending kita cari penginapan deh, biar istirahat dulu"
Mama: "yaudah yuk kita cari penginapan, nanti klo udah dapet kamar, kita bisa istirahat sebentar, terus cari tempat hiburan lagi."

Akhirnya kita keluar dari kawasan ciwidey, nyari penginapan ternyata susah-susah gampang, karena menjelang Hari natal, banyak penginapan yang penuh dengan wisatawan yang ingin menghabiskan liburannya disini. Setelah lama nyari, akhirnya kita dapet kamar di pondok Gembyong, kebetulan masih sisa 2kamar. Tapi abang request untuk sewa 1kamar aja, entah kenapa dari situ aku ngerasa ada yang aneh sama abang, dia slalu minta makanan yang lagi aku makan, abang slalu minta dipeluk, abang slalu ngajakin aku sama ade becandaan bareng. Hal itu jarang banget terjadi sebelumnya, abang juga sharing sama mama, dan pas dia nanya sesuatu sama mama, tiba-tiba aja air mataku netes.

Abang: "ma, klo anak yang meninggal duluan, dan orangtuanya ikhlas, balasannya surga kan yah?"
Mama: "iya bener, klo orangtuanya ikhlas sepeninggal anaknya, balasan untuk si anak itu surganya Alloh. Ini kenapa kamu nanya gitu bang? (Dengan muka mama yang mulai bingung atas pertanyaan abang) "
Abang: "gpp ma, Chandra nanya aja, kok kayaknya umur chandra ga akan lebih dari 2bulan lagi. (Abang, sambil senyum dan pegang tangan mama) "
Mama: "yang namanya umur, kita ga ada yang tau, klo kamu yakin sembuh, maka Alloh pun akan ngasih kesembuhan untuk kamu bang. Jadi mama minta abang ga boleh ngomong gitu lagi ya."

Mata aku memang terus kearah tv, tapi kuping aku denger apa yang mereka omongin, dan hati aku ngrasa kaya di sayat pisau, entah kenapa, sakit banget denger abang ngomong gitu.

Depok, 29 Desember 2008

Abang masuk rumah sakit dibilangan Jagakarsa Jakarta Selatan, penyakitnya kambuh, dan abang nampak kuning diseluruh tubuhnya, ayah sama mama khawatir dengan keadaannya. Dia ngerayain tahun baru di ranjang rumah sakit, tapi tetep dengan mimik bahagianya dia. Itu yang aku suka darinya, dia ga pernah mau nunjukin rasa sakitnya, cuma karena beberapa hal :
1.) Chandra ga mau liat kalian sedih mikirin penyakit aku.
2.) Chandra ga mau kalian harus bayar mahal demi kesembuhan aku.
3.) Chandra ga mau ngrepotin kalian harus cape-cape ngurusin aku sampe sembuh.
Untuk opname kali ini, abang hanya butuh waktu 5hari. Setelah itu sehat dan kembali kerumah. Aku seneng beberapa hari setelah dirawat, dia kembali sehat, kembali ngejalanin aktifitas seperti biasa, dia kembali jadi abang yang ngeselin, pergi keluar sesuka hati tanpa batasan jam malam, kembali jadi abang yang suka ngisengin ade-adenya, kembali kuliah seperti biasanya. Sampe aku berfikir, bahwa saat itu abang memang udah bener-bener sembuh. Ayahpun kerja dengan perasaan tenang dan mama juga merasakan hal yang sama.

Waktu aku lagi berduaan dirumah sepulang kuliah, tiba-tiba abang bilang "de, jaga pergaulannya, jangan sampe kelewat batas, jaga juga keperawanan kamu, sampe kamu bener-bener nemu orang yang udah sah jadi suami kamu."
Aku cuma menganggukan kepala sembari senyum. Itu amanat yang masih aku inget dan aku pegang sampe sekarang. Saat itu, aku belom ada firasat apa-apa tentang abang, aku hanya berfikir bahwa itu salah satu action to show me that he's loving me forever. Yaa just it.. Dan 3minggu kemudian, aku ngerasa ada yang aneh dalam diri abang, tepat dimana ayah harus berangkat ke Pamijahan-Tasikmalaya untuk ziarah pagi harinya.

25 Januari 2009

Waktu itu abang bangun tidur dengan keadaan yang ga kaya biasanya, dia manggil mama dan nanyain nene, abang emang deket banget sama nene, bisa dibilang, nene itu mama keduanya abang. Saat itu dia ngomong sama mama dengan suara yang cadel, he's looks so hard to tell something sama mama, sampe akhirnya mama nitikan air mata ngeliat abang kaya gitu, mama gatau harus berbuat apa, akhirnya mama ngasih kabar itu ke ayah, dan ke nene + tante-tanteku juga. Selang setengah jam, nene + tante tiba dirumah, bang senyum sumringah dan bilang ke tante "coba balik badan tan, Chandra liat kayaknya ada tulisan dibalik badan tante" (dengan suara cadel) dan tante langsung balik badan skaligus bilang ga ada tulisan apa-apa kok. Abang tetep kekeuh dibalik badan tante ada tulisan dan dia ngerasa kasurnya selalu basah. Kita yang ngeliat, ga ngerti kenapa dia kaya gitu. Ga lama, datenglah tante uli dan seperti biasa, tante uli selalu bercandain abang. Kamarnya pun jadi rame, karena semua yang ada disitu pada jailin abang dengan bercandaannya. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi jenguk temen yang abis kecelakaan. Baru 1jam aku dirumah temen, tiba-tiba mama telfon nyuruh aku pulang untuk ambil semua dokumen hasil check up abang dan disuruh langsung anter kerumah sakit Pasar Rebo. Aku spechless, panik, sampe ga jelas nyetirnya karena ngerasa salah udah ngelewatin sedikit 'waktu' bareng abang. Tiba dirumah aku langsung ambil dokumennya, dan ngeboyong Najla (8thn) untuk ikut aku kerumah sakit. Selama diperjalanan aku cuma bisa monolog sama Allah, memohon untuk kasih jalan yang terbaik buat abang. Tanpa sadar, air mata sudah membasahi pipiku dan Najla yang ga ngerti apa-apa ikut nangis ngeliat aku seperti itu. Ketika aku sampe dirumah sakit, ternyata abang udah dibawa ke ICU, semua yang nganter abang, rawut mukanya udah ga beraturan, akupun makin panik, karena gatau keadaan terakhirnya abang. Pintu ICU kebuka, suster membawa abang keluar, dan memindahkannya ke kamar pasien, Dokterpun bilang sama mama, bahwa jarum infus berkali-kali ditusukkan ke abang, tapi tak ada satu pun yang berhasil kena urat nadi, karena darah abang udah mengental, pantes aja aku liat muka abang udah membiru, dengan mimik kesakitan. Bener-bener ga tega ngeliatnya. Kita semua langsung mengahmpiri abang dikamar baru nya, abang senyum seraya ngeliatin satu persatu orang-orang di sekelilingnya. Terucap 1nama buah, yang bener-bener sampe sekarang bikin aku atau bahkan bikin (kita) selalu inget abang klo liat dan makan buah ini (Pear).

Abang: ma, Chandra mau makan pir, kayaknya bikin adem tenggorokan deh. Enak! Tapi Chandra mau pulang, gamau disini, disini ga enak, chandra cuma disiksa, liat aja dari tadi badan Chandra  ditusuk-tusuk jarum terus, Chandra mau dirumah aja sama mama. (Dengan suara cadel, dan usaha keras untuk ngomong)

Mama: iya nanti dibeliin. Heh, abang ga boleh pulang, mama mau kamu sembuh, klo dirumah, mama    ga bisa ngobatin kamu, nanti mama yang dimarahin ayah. (Sambil usap-usap kepala abang, dan mama langsung nyuruh tante untuk beli buah Pear)

Abang: (senyum) yaudah, gapapa Chandra disiksa disini, yang penting mama jangan sampe kena marahnya ayah. (Pegangan tangan mama). Ma.... Ayah mana? Kok ga pulang-pulang? Bilangin ayah, suruh cepet-cepet ambil pialanya, ayah dapet juara.

Mama: kan ayah lagi ziarah, nanti malam baru pulang, (dengan muka bingung) ayah juara apa? Piala apa yang kamu maksud? (Heran, dan ga ngerti apa maksud omongan abang)

Abang: pialanya ma... Harus buru-buru diambil nih, nanti nyesel loh klo ayah ga ambil.

Mama: (nitikan air mata, sedih ngeliat abang ngomongnya kaya ngelantur dan kembali ngelanjutin baca yasiin disamping kasur abang)

Abang: ma.. Kok daritadi pada baca yasiin? Tadi pas dirumah, ibu juga baca yasiin, sekarang mama. Kenapa baca yasiin? Emangnya Chandra mau meninggal? Pake dibacain yasiin segala. (Nada kesel)

Mama: maafin mama sama ibu klo udah bikin kamu tersinggung, tapi mama baca cuma mengharap kesembuhan buat kamu. (Senyum dan berusaha tegar didepan abang)

Aku... Aku cuma bisa diem ngeliat tingkahnya abang yang super sensitif dihari itu, sampe akhirnya aku ngomong dengan nada kesel ke abang. "Aku, mama, nene dan semua orang sayang sama abang, kita mau abang sembuh. Jadi aku mohon, abang jangan bawel, ikutin aja prosesnya" abang langsung diem, dan dia ngeliatin aku sambil senyum. Aaaah aku inget banget gimana tatapan terakhir darinya. :(

"abang: kamu akan tua menggantikan aku, kamu akan dewasa karena ga ada pilihan lain, pertahanin sifat keras dan disiplinya kamu dari hasil didikan ayah, lawan semuanya, apapun dan siapapun yang menurut kamu salah, lawan aja. Dan abang akan mundur beberapa langkah kebelakang untuk mantau kamu de."

Lagi lagi aku menemukan mata dan pipiku dalam keadaan basah, yaa... Aku nangis lagi . Aku lemah bahkan terlalu lemah untuk mencerna semua omongan abang pada hari itu. Akhirnya mama minta aku untuk pulang dan nunggu Ayah dirumah, sekaligus bawa perlengkapan mama yang masih ketinggalan.

kamar vip RS. Pasar Rebo menjadi tempat abang menghembuskan nafas terakhirnya, tepat jam 04.55 WIB , abang teriak sambil ngangkat tangan kanannya ke atas seraya teriak "Allaaaaaaaaaaaaah" dan berakhir dengan kepala menoleh ke kanan. Bersyukur Malaikat pencabut nyawa ga nyiksa abang ketika sedikit demi sedikit menarik ruh dari jasad abang, dan saat itu aku sedang sendirian dirumah, nunggu ayah pulang, dan berniat bawa baju ganti untuk mama dirumahsakit, sampe larut malem aku nunggu ayah, tapi ga kunjung dateng, ternyata ayah langsung kerumah sakit sepulang dari Pamijahan, akhirnya aku putuskan untuk tidur dengan keadaan rumah kosong tanpa ada orang lain selain aku. Sekitar jam3, aku kebangun, rasanya seperti ada yang bangunin aku dari tidur, tapi pas aku keluar kamar, ga ada siapa-siapa dan ayah mama pun masih dirumah sakit, pikiran aku makin ga karuan, semrawut banget, dan ga bisa lanjut tidur lagi karena aku gelisah... Selesai sholat subuh, ada om Edi teriak Assalamualaikum sambil ketok-ketok pintu depan, aku bergegas membukanya, berharap dya membawa kabar baik (ngomong dalam hati). Ternyataaa om edi dateng bawa kabar duka, kabar bahwa abang udah kembali sama yang maha kuasa. Rasanya kaya mimpi, mimpi yang masih ada harapan untuk aku bangun dan ngelupain mimpi buruk ini. Ketika jenazah abang sampe dirumah, mama sama ayah turun dari ambulance dan langsung sigap memeluk aku dan Najla. Saat itu rasanya aku ga punya tulang, aku menyadari bahwa kabar yang pagi tadi aku dapatkan itu nyata.. Bahkan sangaaaat nyata... Rumah pun makin rame dengan orang-orang yang bergegas menyingkirkan bangku-bangku dan menggantinya dengan permadani serta kasur. Aku ngabarin berita duka ini ke Ka Uci, dan salah 1 temennya abang, karena aku tau, mereka pasti jarkom ke temen yang lain. Mulai dari jam 6 pagi rumah aku udah penuh dengan tetangga-tetangga yang turut berbelasungkawa dengan keluargaku, dan lantunan surat Yasinn selalu terdengar tak pernah henti.
Banyaknya peziarah yang dateng itu menunjukan bahwa abang orang yang suka bersosialisasi, dari mana pun itu mereka tetep dateng untuk berbelasungkawa. Semua orang nangis, semua orang ngerasa kehilangan abang. Dari opini-opini orang lain tentang abang, hampir semua bilang "Anak muda yang ramah dan sopan ya dia"
Aku seneng dengernya, karena diluar sana abang ninggalin kenangan yang bagus. Ketika jenazah abang selsai dikafanin kita semua ngasih cium terakhir untuk abang dan berharap ga ada setetespun airmata yang jatuh menimpa jenazah abang. Lalu setelah diSholatin, peziarah bergegas membawanya ke pemakaman deket rumah. Ratusan orang ikut mengantar abang kerumah abadinya. Aku, mama, tante, nene dan yang lain ga ikut kesana, karena wanita lebih baik nunggu dirumah.

Kamar abang langsung penuh dengan orang-orang yang kangen liat senyum dengan lesung pipit khasnya abang. aaaaaak jadi nangis lagi deh ini :(
Aku iseng-iseng bongkar tas kuliahnya, yang pertama aku liat didalemnya yaa folder catetan kuliah abang, aku buka dan baca dari lembar perlembar, sampe akhirnya aku nemuin beberapa lembar kertas berisi coret-coretan abang, sekilas memang hanya terlihat seperti tulisan ga penting, karena tidak terstruktur, tapi klo aku baca teliti setiap goresan tangannya, ternyata itu sebuah keluhannya.
"Chandra bingung, gimana caranya akan bisa selalu jaga 2ade selamanya"

"Alasan kenapa Chandra ga mau di opname, karena kalian udah ngeluarin uang terlalu banyak, dan abang ga bisa ganti sampe nafas ini abis"

"Selama ini Chandra mikirin nafas, entah sampe kapan Chandra bisa bertahan dengan nafas yang udah mulai ilang-ilangan"


surat abang :

Sosok pahlawan yang Chandra kagumin yaa Ayah, banyak cara didikan ayah yang bikin Chandra kagum. Orang yang paling hebat ya Ayah! Mungkin selama ini Chandra cuma bisa nyusahin mama sama ayah, selalu bikin kesel, selalu bikin marah, sampe sekarang 26 Desember 2006 , Chandra belom bisa bahagiain mereka, sedangkan prediksi dokter bilang umur Chandra ga akan lebih dari 2tahun lagi dari sekarang. Tapi ayah mama tenang aja, diakhirat nanti Chandra janji bakalan ngebelain mama sama ayah.

(Kertas dengan tulisan tangan abang sampe sekarang masih ada, bahkan aku laminating)


Chandra Nur Rachman bin H. Nasri Susanto
21 Maret 1986 - 26 Januari 2009

Aku ga pernah paham dengan tanda-tanda yang abang kasih, aku ga peka dengan sinyal-sinyal kepergiannya. Ternyata jauh sebelum abang pergi, dia udah memberitau ke keluarga dengan tingkahnya, tapi sayangnya kita ga ada yang peka. Sampe akhirnya aku sadar dengan omongan abang yang bilang :
1. ada tulisan dibalik punggung tante = Dia mulai ngeliat ada nama dia dibatu nisan
2. Ngerasa kasur yang dia pakai itu basah = Dia akan nempatin kasur abadi dengan keadaan tanah basah karena saat itu musim hujan.
3. Klo anak yg meninggal duluan dan orangtua nya ikhlas, balasannya surga
4. Ayah harus cepet-cepet ambil piala, ayah juara = Piala yang dimaksud itu yaaa si Abang, karena dia anak kesayangan ayah, dan ayah udah menang bikin abang kagum karena didikannya.
5. kamu akan tua menggantikan aku, kamu akan dewasa karena ga ada pilihan lain = aku akan jadi anak tertua speninggalnya dia
6. abang akan mundur beberapa langkah kebelakang untuk mantau kamu de = dia mau pergi selamanya dari dunia ini, dan mantau aku dari kejauhan.

    Masih banyak tanda-tanda abang mau pergi sebenernya, tapi aku ga kuat, ga kuat klo harus ngulas lebih banyak lagi tentangnya.

  Aku sayang sama sosok Abang, Aku kangen banget bang, ga ada alasan untuk aku bisa lupa dengan semua tentang Abang. Sebentar lagi 4tahunan meninggalnya abang. Semoga aku, ayah, mama, ade dan keluarga yang lainnya bisa tetep terus kirim doa untuk abang disana. You're my the best brother I ever had. :")

Kamis, 17 Januari 2013

Bukan Salah (Mereka), Tapi ini Saatnya Kita Bergerak

Hingga sekarang (17/01) Banyak orang di social media berkomentar tentang Banjir lah, menyalahkan kepemimpinan Pak Jokowi lah, bahkan ribuan orang mengeluh karena kebanjiran. Menurutku itu terlalu mainstream. Untuk apa komentar klo ga ada aksi dari diri kita untuk orang banyak? Ini bukan salah kepemimpinan Gubernur baru yang jam kerjanya masih dibawah 100hari, kenapa aku bisa bilang seperti itu? karena dia bukan tuhan yang bisa sekejap mata  ngatasin masalah banjir sendirian tanpa ada kesadaran masing-masing dari warga(nya), Gubernur DKI (1) ini hanya kena imbas dari basiannya ex Gubernur kita dan sekarang masalah-masalah yang ada, menjadi PRnya pak Jokowi untuk segera mencari solusinya. Berat loh dan butuh waktu serta proses untuk menyelesaikannya.

Kalian (korban banjir) jangan ngeluh dengan keadaan seperti itu, intropeksi diri dulu, apa dalam kehidupan sehari-hari kalian udah ikut andil dalam aksi mencegah datangnya banjir? Misalnya dengan membuat resapan Biopori di halaman rumah, atau hal yang paling mudah dilakukan deh, dengan buang sampah pada tempatnya? Ini hanya teguran tuhan, dan ini masih dalam taraf teguran ringan, karena bencana banjir itu seharusnya ga terjadi, klo aja ada kesadaran dari masyarakat(nya). Selama ini kita cuma bisa menyalahkan alam, yang menurunkan hujan tak henti-hentinya, tanpa menyadari hal apa yang udah kita lakuin sebelum bencana itu terjadi. Padahal, Tuhan bisa aja ngasih bencana yang lebih dahsyat (lagi) dari sekarang hanya dengan petikan jari.

Dan buat kita para anak muda, masih banyak cara untuk berbagi loh, banyak cara untuk menuangkan aksi sosial kita. Banyak posko banjir yang bisa kita datengin dan berbagi. Mereka (korban banjir) ga butuh uang, yang mereka butuhin itu asupan makanan, pakaian dan obat-obatan. Klo kita bisa membantu sebagian dari apa yang mereka butuhin, why not? Tunjukin klo kalian punya jiwa sosial yang tinggi, kalian peduli dengan sesama. Apapun bantuan yang kalian kasih, sangat berati besar bagi mereka yang membutuhkan. Ayoo, from now, let's do something to each other!

Jiwa sosial ga akan ada, klo ga ada niat dari diri sendiri untuk ngebantu korban bencana. Ocehan-ocehan ditwitter sangat ga berguna bagi mereka (korban) klo ga ada aksi nyata dari kita, mereka butuh uluran tangan kita, bukan kata-kata, itu sih sama aja NATO (No Action Talk Only) ! :)

Bisa cek( http://bantujakarta.sinergimuda.org/ )
Untuk mencari tau titik-titik posko banjir terdekat dari posisi kamu sekarang. Dan semoga bantuan yang terkumpul bisa tepat waktu dan tepat pada sasarannya :)

Jumat, 11 Januari 2013

Violence in the Relationship = Ketinggalan Jaman

    Ketika seorang temen menceritakan masalahnya kepadaku, aku hanya berusaha to be a good listener, dan sesekali memberikan saran, yang kurasa tidak cukup untuk menenangkan pikirannya yang sedang kalut, but at least sebenernya tanpa sadar, itu sebuah kepercayaan besar dari temen aku hingga ia mau menceritakan padaku semua hal yang ia alami, sebuah amanah yang harus aku jaga, dan dari pengalamannya dia menjadi pelajaran besar untuk diriku tentunya.

    Diam-diam aku mengambil kesimpulan bahwa kekerasan terhadap perempuan pada dasarnya merujuk pada kekerasan yang bersifat fisik maupun psikologis yang dilakukan laki-laki terhadap pasangannya. Kekerasan itu bisa muncul dalam bentuk Physical Abuse, seperti tamparan, pukulan, menendang , meludah, menjambak, memukul, mendorong atau bahkan Emotional Abuse, seperti rasa memiliki yang berlebihan, rasa cemburu yang brutal, suka merusak barang pribadi pasangannya, mengisolasi pasangan dari sahabat-sahabatnya. It’s totally jerk *straightface*
Hubungan pacaran yang sehat seharusnya melibatkan hal-hal ini :
1. Mereka seharusnya percaya satu sama lain
2. Udah seharusnya juga saling berkomunikasi secara jujur dan terbuka
3. Sama-sama saling menghargai pilihan dan perbedaan disetiap pendapat
4. Saling memiliki kepedulian, saling berbagi dan visi kehidupan yang relative sama.
5. Menghabiskan waktu berdua boleh aja, tapi harus bisa juga saling menghargai waktu masing-masing.

Sekarang udah ga jaman, laki-laki kasar ke pasangannya. Kekerasan, apapun alasannya, bukanlah cara apalagi jawaban untuk menyelesaikan segala persoalan dan memelihara sebuah hubungan. Laki-laki yang kasar = BANCI , yaa I think so . . kadang dari lontaran kalimat yang ga enak didenger, bisa berkembang jadi kekerasan fisik seperti tamparan dll, nah klo udah begini,biasanya kenapa dya kaya gitu, alasannya “semua ini untuk bikin kamu belajar” , atau “ aku kaya gitu karena aku sayang kamu”. Errghhh~ girls, it’s not how a gentleman is supposed to be…..
Setuju ga sih klo aku bilang perempuan adalah orang yang berhak untuk mengatakan “tidak” untuk hal-hal yang tidak kita sukai dan klo kita ngerasa ga nyaman, lebih baik dikomunikasi kan, kan biar si cowok juga nyadar , klo sebenernya yang dya lakuin itu salah. Tapi klo udah dikomunikasikan tetep ga mempan… watch out girl!! Karena masalah ini bukan untuk disimpan sendiri, karena bisa jadi kamu malah merasa semua ini adalah takdir perempuan atau merasa memang kamu yang bersalah dan pantas untuk disakiti. Ho ho . . . . . it’s Big NO NO. . . . klo kamu disakiti pasanganmu, bukan berarti karena kamu pantas untuk disakiti, jangan pernah menyalahkan diri sendiri atas apa yang telah kamu (perempuan) lakukan. Jika memang kita salah (Karena manusia juga ngga luput dari kesalahan kan?), seharusnya pasangan kamu bisa ngomong baik-baik dong yah. Sadar klo kamu bukan wanita bodoh yang pantas diperlakukan seperti itu.

Jadi tunjukkan bahwa Kita adalah wanita yang pantas untuk dihargai. Stop VIOLENCE in the relationships !!

Rabu, 09 Januari 2013

Aku Benci, Sampai Kapan Aku Seperti ini? Lalu Apalagi?


        Kadang harapan berbanding terbalik dengan kenyataan, dan sayangnya, diri ini ga bisa menerima  dengan mudahnya kenyataan yang ada. Andaikan aku berhati besar, andai saja aku bisa mensugest pikiran ini agar lebih tenang dan lebih jernih dalam berfikir.

        Aku benci keadaan seperti ini, aku benci ketika melihat diriku tak lagi bersemangat, aku benci ketika semua yang aku fikirkan hanyalah sia-sia, aku benci ketika aku hanya bisa diam tanpa melakukan apa-apa, aku benci dengan diriku yang hanya bisa menunggu waktu. Sampai kapan aku seperti ini? Sampai kapan semua rasa ini bersarang dalam tubuh dan pikiranku? Sampai kapan aku bisa menyelesaikan berbagai macam masalahku dengan cara yang aku punya? Yaa… Tak bisa kupungkiri lagi, aku memang masih anak-anak, aku belum dewasa, bahkan beranjak dewasa pun aku belum. Apa lagi yang aku tunggu? Apalagi yang aku harapkan untuk menjadi kenyataan? Apa lagi? Hati ini ga bisa menjawabnya, entah kenapa, lagi lagi aku hanya menemukan diriku dalam diam, diam yang entah sampai kapan aku dapat merubahnya dengan tindakan. Ya tuhaaaaaaan.. …aku butuh cahayamu, aku butuh bimbinganmu, aku benar-benar membutuhkan mu dalam  semua proses hidupku. Rasanya jalanku terhenti, entah karena ada pengahalang atau diriku lah yang memberentikan semuanya.

sebenernya "in this life , you gotta believe the impossible!"

Kamis, 03 Januari 2013

Wohoooo ..! Evolution Underware


Underwear menjadi barang yang paling penting terutama buat kita nih kaum cewek. Gimana nggak? Dengan pertumbuhan payudara, nggak mungkin dong kita nggak menggunakannya… hihi… yang pasti underwear, apalagi bra buat cewek udah menyatu dengan kulit. Sampai aku berfikir, aku harus tau nih perkembangannya sejak kapan underwear itu mulai dipakai kaum cewek? Dan ternyataaa…


 
Tahun 2005 BC – 1500-an
Cewek udah memakai yang namanya beha atau bra sejak 2500 BC. Pada jaman itu, mereka menggunakan bahan yang didesain untuk mengangkat serta mengontrol letak payudara. Bahkan cewek-cewek Minoan dari pulau Crete menggunakan semacam bahan berbentuk bra yang digunakan diluar baju. Kemudian pada sekitar tahun 1550-an Catherine de Medicis, istri dari king Henri II dari Perancis memperkenalkan untuk pertama kalinya Steel Corset, sehingga pada tahun 1500 hingga tahun 1800-an corset menjadi bagian penting untuk dipakai dibalik baju mereka, guna merampingkan pinggang serta mengangkat payudara.

Tahun 1700 – 1800-an
Underwear yang digunakan para cewek adalah Corset dan Crinoline, yang katanya sih akan membuat mereka terlihat lebih cantik, karena corset bisa membuat pinggang cewek-cewek kelihatan ramping, sehingga payudara dan pinggul mereka terlihat membesar. Namun, begitu memasuki tahun 1800-an, corset digantikan oleh Mechanical Corset yang dilengkapi dengan lingkaran dan talin untuk menarik , yang memungkinkan mereka untuk memakai korset tanpa bantuan orang lain. Nah, kalau Crinoline ini dilengkapi kawat yang panjang baik berbahan kayu maupun besi yang fungsinya ngga jauh beda dengan corset. Digunakan untuk mensupport baju yang kala itu berat banget. Kok bisa berat sih? Yaa nggak heran, pakaina jaman itu beratnya sekitar 5 pounds, including Knickers, Camisole, Deportmen Skirt, Corset dan Waist Slip. Bahkan Ketika musim dingin, ditambah pakaian penghangat, duh gak kebayang beratnya…..


Tahun 1900-an
Pada awal tahun 1900-an muncul perdebatan dari para dokter. Mereka mengatakan begitu besar resiko kesehatan yang akan dialami selain nggak nyaman dan membatasi ruang gerak. Tahun 1920, mulai terlihat perubahan. Munculnya baju-baju model baru dengan panjang hanya sebetis, membuat ukuran underwear otomatis berkurang. Pada tahun 1930, dimana tidak memungkinkan diproduksinya kawat panjang yang elastis, corset pun tidak Berjaya lagi. Muncul lah The Chemise, Liberty Bodice dan  Bloomers sebagai tipe underwear yang feminin. Pada saat inilah, asal muasal munculnya bra dan suspender belts seperti yang kita kenal sekarang ini.

Tahun 1945-1960
Pada perang dunia kedua, bra mulai memakai bahan nylon dan terciptalah untukk pertama kalinya Boxer Short. Kemudian pada tahub 1960 mulai diperkenalkan Wonder Fibre Licra, Stoking dan rok mini. Perubaha dan perkembangan jaman membuat terciptanya berbagai produk underwear yang ringan dan nyaman. Para cewek nggak lagi menggunakan rok dalam. Celana dalam pun makin mengecil dengan berbagai bentuk hingga bikini yang sangat popular hingga sekarang.

Tahun 1970-an
Mulai deh pada tahun ini G-String tercipta oleh Desainer Amerika, Rudi Gernreich yang dipakai oleh kaum cewek agar ketika mereka menggunakan celana panjang putih tidak menjiplak garis celana dalamnya. Sampai sekarang nih, perkembangan underwear nggak ada henti-hentinya lho! Mulai dari terciptanya berbagai model bra dari Strapless bra, Nursing bra, Sport bra, Underwire bra sampai celana dalam berbagai model. Bahkan untuk memakai celana Hipster pun, diciptakan celana dalam yang rendah supaya kalau duduk gak kelihatan.