Kebanyakan dari kita suka lupa hal-hal kecil apa aja sih yang udah bikin kita nyesel akan "sesuatu" yang ga bisa kita capai karena kesalahan diri. Kita suka meremehkan hal-hal kecil, sampai akhirnya kita sadar bahwa hal kecil itulah yang menjadi bumerang kita. Seperti contoh, ketika kita tidak bisa memenangkan perlombaan nulis cerpen, karena kita kurang menguasai perbendaharaan kata, dan mungkin pada kenyataannya kita memang harus banyak belajar, belajar, dan belajar lagi. Sama halnya ketika kita berada dalam sebuah organisasi, jangan marah, kesel, lalu keluar dari organisasi tersebut klo ide kita ga dipakai, bukan berarti ide kita masuk dalam kategori sebagai pokok pikiran yang jelek dan ga berbobot, coba di pikirin baik-baik, mungkin aja ide yang dibutuhkan dalam memecahkan suatu masalah dalam organisasi tersebut bukan seperti apa yang ada di otak kita, banyak keputusan yang harus diputuskan secara mufakat, berpegang teguh sama pilihan dan apa yang kita yakini itu bagus banget, tapi jangan lupa untuk tetap berpikiran terbuka, we are living in a big world, with so many personalities and opportunities. Nggak ada gunanya klo kita selalu berpikir sebagai orang "yang paling bener". Noted!! Dan jika kita tidak lolos dalam mengikuti kompetisi ajang-ajang bergengsi, padahal kita merasa jauh lebih oke dari kontestan yang lain, mungkin kita harus lebih banyak mengeksplore diri lagi, dan percayalah, seorang juri bukan hanya menilai kita dari fisik, otakpun ikut berkompetisi dengan pengetahuan-pengetahuan yang kita punya. Sebenarnya, Kita ga perlu dengan apapun yang instan, karena yang kita butuhkan itu proses, proses dimana kita belajar secara bertahap untuk dapetin dan mengerti apa yang sebenarnya kita butuhkan dan tau apa yang sebenarnya akan kita kejar.
Ketika apa yang kita mau belum bisa jadi kenyataan atau banyak hal yang belum kita capai karena beberapa kendala tertentu. Please, don't give up! Yaaa karena it's time to think more deeply about what we've done, untuk sadar, hal apasih yang salah dalam diri kita? Hal apasih yang kurang dalam diri kita? Sehingga kita ga bisa mencapai "sesuatu" tersebut. Kadang kita hanya bisa melihat dan mengomentari semua kekurangan orang-orang disekitar kita, dan lebih fatalnya lagi, kita ga pernah sadar sama kekurangan yang ada dalam diri kita sendiri. Lebih tepatnya gini kali yah. "Manusia itu paling hebat menjadi hakim untuk orang lain dan paling jago jadi pengacara bagi dirinya sendiri" Padahal point terpentingnya adalah ketika seseorang sadar akan kesalahan yang ia perbuat, sadar akan kekurangan yang ia miliki, justru itu akan membuat mereka berfikir bahwa, "we must to be ɑ better person with all the things we ever had " Intropeksi diri itu penting, tapi lebih penting lagi, kita harus sadar dulu apa kelemahan dan kelebihan kita. Dan jangan memikirkan terlalu dalam mengenai kelemahan yang ada didalam diri kita, tapi berfikir bagaimana cara kita untuk dapat merubahnya. Bermimpi untuk menjadi sempurna boleh aja kok, tapi kita juga harus sadar dan tau bagaimana cara merealisasikannya.
Everything in life is accumulated your actions define the results. Yep. Klo udah tau That's your beginning to learn how to struggle guys!