. Sekarang udah masuk tanggal 12 Februari, that's why ada rasa keinginan aku untuk ngebahas V'Day, it's mean hari Valentine in February :) dan so faaaar, Valentine sangat identik dengan Bunga, pink, dan Cokelat.
Setiap bulan Februari, cokelat, permen loli dan bunga mawar jadi makin laris. Yang mau aku tanya, adakah keterkaitan antara cokelat, permen loli, penjual bunga dan kasih sayang? Tapi terlepas dari itu semua, apakah keterkaitan itu akan menguntungkan atau justru merugikan kamu?
Aku pun tertarik untuk ngobrol sama ayah mama dan aku menyimak ungkapan cinta yang mereka utarakan, kepada pasangannya tidak harus dengan sebuah cokelat atau bunga. Bisa dibilang media massa waktu itu masih cenderung sedikit, channel televisi aja hanya ada satu. Tetapi, ketika televisi dan radio swasta, serta media massa cetak untuk anak muda mulai hadir kebentuk dan termasuk bagian gaya hidup di tahun 1990-an hingga sekarang. Hal tersebut menjadi semacam tolak ukur terhadap bagaimana seorang remaja harus mengisi hari-harinya. Berangkat dari media ini, situasi tentang kebiasaan orang dibelahan dunia lain yang memakai cokelat dan bunga sebagai ekspresi kasih sayang, sebetulnya hanya mengisi wawasan kita tentang mengungkapkan apa itu "cinta".
Menjadikan sebuah identitas yang khas pada cokelat, bunga, dan kasih sayang secara universal pada tanggal 14 februari, sesungguhnya membuat “kasih sayang” jadi terkotakkan dalam moment khusus selain tanggal itu, membuat orang merasa wajar untuk tidak saling mengasihi dan menyayangi dihari lain. Layaknya perayaan tradisi saling memaafkan dan meminta maaf dihari lebaran, yang malah membuat orang berfikir dan bertindak bahwa memberi dan meminta maaf hanya saat moment lebaran saja. Sekarang sudah jarang aku melihat orang yang menerapkan nilai saling memberi cinta dan kasih sayang terhadap sesama, karena (kebanyakan) orang berfikir akan ada satu hari dalam setahun dimana kita bisa saling mengekspresikan rasa cinta dan kasih sayang, jadi pemanfaatan ini meresap kedalam waktu 24jam saja, dari 8760jam yang kita miliki selama setahun, atau mungkin sebaliknya. Munculnya hari Valentine bisa jadi adalah dari menurunnya ekspresi kasih sayang yang diungkapkan oleh manusia, sampai-sampai dibuat satu hari khusus untuk merayakannya.
Back to the topic about Cokelat dan bunga, menurutku sama sekali bukan bermaksud untuk menyatakan ekspresi cinta, kalau ada orang yang beranggapan seperti itu, menurutku he/she was weirdoos. Hihi
Apa jadinya bila kita ga punya ekspresi cinta sendiri, dan atas nama takut ketinggalan zaman, cokelat dan bunga kini menjadi ciri konsumtif anak-anak muda di Hari Valentine. Nilai konsumtif tersebut yang bisa merugikan. Namun lepas dari bunga ataupun cokelat, kita harusnya punya pikiran sendiri tentang cinta atau rasa sayang yang kita inginkan. Sebenernya kita bisa mengubah pandangan kita terhadap cinta dengan tidak melulu mengidentikkan cinta dengan bunga , cokelat, candle light dinner atau malah making love dengan pacar, kedalaman perasaan bukan diukur dengan material thing that you just can get by spending money. Cintailah orang – orang disekelilingmu, misalnya cium kening kedua orangtuamu, di iringi dengan kartu ucapan rasa kasih sayang dipagi hari. Buatlah ekspresi cinta yang universal dengan tidak membatasi diri untuk mengungkapkannya. Begitu banyak benda yang mungkin kamu anggap remeh di sekelilingmu yang bisa kamu gali manfaatnya sebagai simbol rasa cintamu. Jika pemikiran kamu selalu terpaku pada benda-benda yang sering kamu lihat ditelevisi, dimajalah, di mall-mall, dll. Ada baiknya kamu membayangkan sedang berada disuatu pulau in the middle of nowhere, dan kamu diharuskan mewakili rasa cintamu dengan benda yang ada disitu, jangan lupa untuk memberi alasan dan penjelasan yang masuk akal mengapa kamu pilih benda tersebut. Let's try it ! tapi ga harus saat valentine.
14 februari, bukan moment yang mengharuskan kalian untuk merayakan valentine dengan pacar, istri atau dengan orang terkasih, tapi lebih baik digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Karena kenyataannya valentine's day itu ga ada dalam budaya kita (rakyat Indonesia) . Jadi untuk kalian yang belom punya pasangan, jangan memusingkan moment Valentine, klo memang kalian mau berbagi kasih sayang, dihari lain pun bisa. Selama ini kita hanya dibodohi pengaruh budaya luar. Behave lah ya!! :)