Senin, 31 Desember 2012

New Year 2013 = Pembenahan diri

   Perayaan Tahun Baru ?? Aku tak melihat sedikitpun korelasi, antara semangat seseorang merayakan tahun baru dgn potensi suksesnya pada tahun tsb. They looks so annoying :| Kurasa itu bukan moment yang penting untuk dirayakan secara meriah. Kenapa? Yaa karena masuknya kita ditahun selanjutnya menandakan bahwa umur (kita) berkurang, dengan dipangkasnya 1tahun dari jatah kita hidup didunia ini. Tapi gapapa, sebenernya itu urusan pribadi masing-masing aja sih. Mereka punya cara sendiri untuk memuaskan apa yang mereka anggap penting. Enjoy with your way, and I'm enjoy with my way.
    Whatever happened in 2012, aku tetep bersyukur, walaupun (masih) banyak hal-hal yang belum dicapai dalam tahun itu. Masih banyak tujuan-tujuan hidup aku yang terhambat. Dan itu aku teguh kan ditahun 2013 I wish, I'll do for finishing all my passion and believed my self, yes I can !
    Umur hanya perihal angka, tanpa bisa mengcover diri dan bukan juga sebagai barometer seseorang itu dewasa atau tidaknya. Aku... di umur 22tahun ini, yang seharusnya udah bisa mandiri, udah punya pemikiran panjang jauh kedepan. Tapi kenyataannya? Aku masih bergantung sama orang tua, masih ga bisa nyelsaiin masalah sendiri, masih (suka) egois, masih ga bisa membedakan mana kebutuhan dan keinginan, masih (suka) berfikir pendek dan ga rasional. Entah diumur berapa, aku bisa dewasa layaknya seseorang yang tumbuh dengan nambahnya pengalaman hidup, nambahnya pengetahuan dan nambah paham bagaimana arti dan proses hidup yang sebenarnya. Rasanya basi yah klo denger orang bilang "Tua itu pasti, tapi dewasa itu pilihan" . That's quote was trully sih sebenernya, yaa karena diri kita sendiri yang bisa milih, mau jadi pribadi yang seperti apa?
mau punya pemikiran yang seperti apa?
semua itu tergantung (kita) diri sendiri. Masuk kuliah di semester genap tahun 2008, dan saat itu aku berjanji pada diri sendiri, bahwa aku harus selsai kuliah strata1 dalam 8 Semester (4Tahun) dan itu terlaksana, sekarang aku punya gelar Sarjana Komunikasi, semua itu ga gampang, aku hargai proses susahnya aku dalam mencapai itu dan berkat doa mama sama ayah juga tentunya.

Many things to say thankfull, itu hanya syukurnya aku berkatMu.
• Bangga punya Keluarga yang hebat. (Mama, Ayah, alm.Abang, ade and ect. You're the best family I ever had)
• Bisa membedakan mana kawan mana lawan.
• Terimakasih atas RezekiMu yang tiada henti selama ini dan masih mengizinkan aku untuk hidup dan memperbaiki berbagai kesalahan.
• Terimakasih engkau mempertemukan aku dengan dosen Pembimbing yang kece, dan ngerti bagaimana ia harus memposisikan diri dengan mahasiswa bimbingannya. (Dra. Widyastuti, M.Si)
• Terimakasih telah memberikan banyak pelajaran hidup, secara ga langsung, engkau menunjukan bahwa akan tiba saatnya (nanti) aku harus menutup mata dan roh ini berpisah dengan jasmani.
• Terimakasih udah menghadirkan banyak temen-temen yang cerdas dan lingkungan yang berkualitas.
• Terimakasih udah menghadirkan beberapa orang spesial dalam hidup ku.
• Terimakasih atas kelebihan dan kekurangan yang engkau kasih untuk diriku, to given any warnings bahwa aku harus terus banyak belajar.
• Terimakasih atas masalah-masalah yang engkau berikan padaku beserta solusinya. 

   Banyak sebenernya keinginan aku di 2013.. :)) balik lagi ke label "Manusia memang selalu ngerasa kurang dan ga pernah bersyukur." Tapi lebih baik no hope, no resolution, just SURVIVE ! dan still remembering what a Bapak Obama said "Don't try to solve everything, just do something meaningful. This will be more sustainable." Yes, really I do . (InsyaAllah) :)

okeyy, let's detoxify our life, dan memulai semester baru dengan kita (diri masing-masing) yang baru. Okee, Still waiting to see fireworks showing how a beautiful they are in Greatest New year eve' .

Selamat Tahun Baru.
Happy New Year.
Felice Anno Nuovo.
سنة جديدة سعيدة
Maligayang Bagong taon.
Bonne année.
Glückliches neues Jahr.
Feliz año nuevo.


 #kisskiss

Jumat, 28 Desember 2012

Bertahan di Masa lalu

  Sejujurnya terlalu singkat waktu yang kita miliki untuk memutuskan apa yang menjadi pilihan. Hmm. yaa pilihan. Dan diam dengan segala keegoisan, itulah yang kau putuskan. Tapi aku, di jalan itu, masih bertahan dengan kebisingan paras dan nama beribu yang tak bisa kulukiskan satu-satu. Lalu airmata tiba-tiba sudah kutemukan menggenang di pelupuk mataku. Di antara ketidakjelasan rindu dan temaram senja itu, aku ternyata hanya memikirkanmu. Karena itu pula kuputuskan untuk tidak membisu, dan menuliskan setiap jengkal keharuan yang masih bermuara padamu.
Aku,,, barangkali terlanjur menemuimu dalam usia yang tak lagi muda. Tak lagi riang sebagaimana harusnya seorang anak tanpa dosa pertama. Pikiran dan waktu kita pun tak lagi sederhana. Ketika beratapkan bulan dan sama-sama merencanakan kehidupan dimasa depan untuk kita. Jatuh pada suatu hari, semua rancangan kita pun hancur, hingga mengharuskan kita berjalan masing-masing menuju arah hidup yang tak lagi sama. Tapi aku bertahan dalam keyakinan akan kesederhanaan cinta dan pikiran. Bahwa ia bisa memagari keraguan agar tak lagi menghampiri, dan menjadi muasal kehilangan. Lalu, di antara semua beda yang tak terhapuskan, aku ternyata hanya menginginkanmu. Menginginkanmu dan menemanimu dalam meraih semua tujuan hidupmu, hidupku dan hidup (kita) . Karena itu pula kutetapkan untuk tidak melepaskan, dan menjaga setiap kerling ingatan yang sempat kau titipkan. Bahkan bukan hanya di titipkan, tapi kamu mempercayai aku masuk dalam "kehidupan itu" .

Dari jarak berdepa serta malam yang lunglai aku selalu ingin menyampaikan salam padamu. Dan bertanya pelan-pelan tentang keadaanmu, agar tidurmu tak terganggu. Dengarlah pula setiap baris doa yang jatuh begitu saja dari gerak bibir di kala aku menumpahkan semuanya tentang kita pada sang pencipta karena rindu yang meraja.

         Aku ingin berdiri di sampingmu, memegang erat tanganmu, dan kukatakan; "tidak ada yang perlu kau takutkan. Semua akan baik-baik saja." Sebagaimana halnya kamu mengucap itu pada ku, dulu....

Tapi itu hanya ilusi dalam remuk redam kenyataan hidupku. Aku hanya bisa menjumpaimu dalam jarak yang ingin sekali kupangkas namun tak jua dapat kulakukan. Lalu, di antara kisah dan imaji yang kurangkai semu, namamu ternyata begitu nyata di hadapanku. Yaa.... Bahkan semakin nyata. Entahlah apa arti dari semua yang ku alami, karena itu pula kuniatkan untuk terus memanggilmu, dan berharap ada satu hari kau bisa mendengar suaraku.

Hingga akhirnya kusadari, rasa ini kejoraku, tak pernah bisa kuendapkan dalam kesunyian hidupku. Ia selalu saja memenuhi setiap rongga dada, dan membimbing seluruh waktuku menuju dirimu. Meski berulang kali kuyakinkan untuk cukup saja bertahan di sini, di dunia kecilku, dan membiarkan kau menjalani musim yang panjang di ingatanku. Tapi aku tak kunjung mampu. Karena itu kuharuskan lembaran ini bertepi padamu. Dan menarik ketulusan yang moga saja masih tersimpan di hatimu. Lalu "dalam berbagai antara yang tak bisa memberikanku pilihan, kuputuskan; cinta ini hanya untukmu."

Selasa, 18 Desember 2012

IISIP Sebagai Lembaga Penguji Kompetensi Wartawan Berkualitas

Ketua PWI mengumumkan dalam Citizen Journalism yang diposting pagi tadi, bahwa hari ini akan diselenggarakannya Penyerahan Sertifikat oleh Dewan Pers pada kampus IISIP Jakarta sebagai Lembaga Penguji Kompetensi Wartawan. Penyerahan tersebut dimulai pukul 13.00 sampai 15.30 WIB nanti, bertempat di Auditorium gedung baru Kampus Tercinta IISIP Jakarta. Pada acara tersebut diadakannya Kuliah Umum dan Bapak Prof. Bagir Manan sebagai Ketua Dewan Pers sebagai pembicaranya, untuk tema acara siang ini adalah " Kompetensi dan Profesionalisme Wartawan Indonesia: Jaminan Media Berkualitas ". Ini menunjukan bahwa kampus IISIP ditunjuk dan dipercaya oleh Dewan pers untuk menjadi sarana screening untuk pencapaian wartawan-wartawan baru berkualitas yang mulai bermunculan, menurutku itu penting, kenapa? Ya karena, dunia jurnalistik bukan hanya sekedar dunia kerja pada umumnya, tapi dunia jurnalistik menuntut kita menjadi kritis dan tanggap dalam menghadapi suatu peristiwa, aku berharap, semakin maju nya era globalisasi, para wartawan semakin membuka pola pikir rasional mereka untuk selalu memberikan berita sesuai fakta dan porsi yang ada tentunya. "Kuantitas ga penting, yang penting adalah wartawan harus punya Kualitas" . Stay classy and behave :)

Selasa, 11 Desember 2012

I think.. yaa That's Life

Kadang hidup menuntut kita untuk tahu. Tahu akan arti hidup sebenarnya, tahu semua apa yang harus dilalui dan kita jalanin. Pengalaman lah yang membuat kita tahu, membuat kita sadar akan pentingnya sebuah "kejadian", kita ga perlu dengan apapun yang instan, karena yang kita butuhin itu proses, proses dimana kita belajar secara bertahap untuk dapetin dan mengerti apa yang sebenarnya kita butuhkan. Belajar dari pengalaman-pengalaman orang juga penting, yaaa sebagai refrensi dalam hidup kita aja sih, dan terlihat bahwa ga semua orang bernasib sama, dan "ga semua orang mempunyai pikiran yang sama karena kita itu beda semua, beda kepala, beda pemikiran, beda pula cara kita untuk nyelsaiin masalah". Rasa keingintahuan yang besar, membuat kita banyak ilmu yang didapet, hidup yang monoton justru akan membuat kita bosan, statis dan itu itu aja, bikin strees! " we are ɑ complex creature indeed." Lagipula mana mungkin sih hidup kita lurus-lurus aja, tanpa masalah? Klo kaya gitu, kita ga akan belajar sesuatu yang baru dong? Tanpa sadar aku pernah perang batin sama diri sendiri atau marah sama tuhan dan menyadari bahwa masalah yg dateng adalah pembelajaraan hidup. Dari situ aku sadar, bahwa semua yang buruk harus dilalui lebih dulu biar tau mana yg baik. Kegagalan-kegagalan yang pernah menghampiri, bukan suatu alasan untuk bikin aku jadi "takut" . Takut untuk memperbaiki semuanya jadi lebih baik. Klo sampe saat ini rasa takut adalah satu-satunya hal yang mengahalangi kamu sama passion, just make the first step and jump in without even thinking. You've to push your self, apa yang akan terjadi setelah itu ngga jd masalah karena yang terpenting adalah i've tried it. Ketika kita mendapatkan apa yang selama ini kita impikan, biasanya kita jadi lupa, lupa dari mana keberhasilan itu bisa kita dapat, yaaa karena pada dasarnya, manusia selalu haus akan perubahan, dan mimpi besar untuk jadi orang cerdas, mungkin masih jauh untuk aku, tapi singkatnya sih, "klo kita mau jadi orang hebat, kita harus kumpul sama orang hebat." yaa that's it ! Ada masalah apapun, hidup kita masih terus berjalan. (My)

Minggu, 09 Desember 2012

Aku Ingin, Aku Mau dan Keduanya Jadi "KITA".

Aku ingin mengenal kamu lebih jauh. Bukan terbatas oleh adanya social media, sms, bbm, ketemuan, jalan bareng, mengenal beberapa keluargamu, skype'an ataupun telfon. Aku ga mau hanya kenal nama kamu, tanpa tau "cerita" dibalik nama itu. Aku ingin membuatmu berfikir tentang realita yang ada dengan caraku memperlakukanmu, aku ingin membuatmu marah dengan caraku, aku ingin membuatmu bahagia dengan caraku, aku ingin membuatmu nyaman dengan caraku, aku ingin menyayangi kamu dengan semua caraku. Apa kamu akan menghargai itu? Hmm... Kita memang saling kenal, kita memang dekat, apa itu udah cukup? Menurut ku tidak. Aku butuh yang jauh lebih dari itu. Kadang keadaan yang ada tak sejalan dengan apa yang kita pikirkan. Mungkin itu hanya bumbu-bumbu kehidupan yang memang sudah sepantasnya kita alami.

"Jangan takut untuk memulai dan memperjuangkan sesuatu yang kamu yakini dalam hidup" dan termasuk dalam hal Jodoh. Kita ga pernah tau siapa jodoh kita nanti. Tapi yang aku mau, kamu lah jodohku. Aku mau kamu lah calon imamku nanti, aku mau kamu lah calon ayah dari anak-anak kita nanti, dan aku mau kamu lah calon teman hidupku sampai akhir hayat kita. Keinginanku memang berlebihan, tapi itu... Itu yang aku rasa dan aku harapakan. "Bukan aku, bukan kamu, melainkan kita. Tercatat sudah nama kita dalam buku berisi skenario kehidupan yang dirancang sang pencipta." Itu doa disetiap hari-hariku. Semoga tuhan mendengar.... Kenapa doaku seperti itu? Karena Pikiran memegang kendali gimana manusia memandang dan menjalani hidupnya, artinya sukses dan kebahagiaan seseorang ditentukan dari bagaimana ia menggunakan pikirannya. Paulo Coelho juga bilang dalam buku Masterpiece-nya, The Alchemist "Jika Seseorang meyakini seluruh mimpi-mimpinya, maka seluruh alam semesta akan membantunya mewujudkan seluruh mimpi-mimpi itu menjadi kenyataan" that's why, am believed, there is will be ɑ time to determine which of our stories. Jangan pernah lupa sama pepatah "There's ɑ will, there's ɑ way" dimana ada kemauan, disitu ada jalan. dan aku yakin bahwa "Aku, kamu akan menjadi kita, tanpa ada dia dan kalian"

Sabtu, 08 Desember 2012

Untuk Kamu: Kawanku..


Siapa yang memulai sapa kukira hanya persoalan dalam kata. Aku mengenalmu. Hanya itu yang aku tahu. Tapi tetap saja ia kembali menjadi persoalan semu dalam jelajah waktu.

Tidak semua perihal tentu, adalah hal yang biasa. Hidup bertahun rasanya cukup untuk mengajarkan bahwa rasa berawal dari peristiwa, ingatan bermula dari kejadian, dan apa yang pernah terbayangkan tidak selalu jujur dalam kenyataan. Kuharap ini menjadikan kejujuranku tidak keluar dari kebiasaan. Dan jika detik ini lembaranku menjumpaimu dengan paraghraf yang haru, itu lebih dikarenakan aku takut kembali  kehilangan kamu. Ah, hanya itu..

Aku terlampau enggan untuk berkata bahwa aku membutuhkanmu. Sebab, nyatanya dunia kecilku, sudah cukup untuk membuatku berdiri dan menutup pintu. Terhadap pesta, kerumunan, keriuhan, kesepian, kejatuhan, atau apapun yang itu menggerahkanku. Tapi sekali lagi, aku masih tetap takut kehilanganmu. Meski sebenarnya aku hanya ingin hadir seperti selimut dingin di dekapmu. Aku ingin terjalin denganmu dalam ikatan seluas semesta, dan aku yakin itu bukanlah cinta.

Adakah dirimu mengerti inginku? Sejauh aku mengakrabi dunia, harapanku mungkin terlihat mengada-ada. Sebab, siapakah diriku bagimu yang tampak akrab dengan perasaan percuma? Siapakah aku selain seorang anak muda yang berangkat dari kata dan melupakan sinisnya peristiwa?
Kukatakan padamu, kawanku, aku tidak percaya dengan puisi jiwa terhidupi. Tapi aku juga tidak yakin dengan semangat, cita-cita, karya, harta, dan sedikit cinta, hidup dengan sendirinya kan bermakna.

Kitalah yang memberi makna itu kawanku. Aku, kamu, dan setiap orang yang pernah menatap dengan rasa haru. Aku hadir dalam celah, kau datang memendam resah, aku tiba membawa seribu diam, kau ada dengan sejuta gumam, semua itu sekedar penanda. Tapi kuharap kau tau, langit mal
am juga terang oleh purnama. Dan pecahan itu adalah cahayanya.

Kamis, 06 Desember 2012

Perempuan adalah ...

Perempuan..
Aku tak ingin pada akhirnya ada yang mesti selesai dalam kisah. Setelah kita tak lagi mampu menatap bagaimana yang semestinya. Aku tak ingin kau menyerah dan aku tak bisa mencegah. Tapi, apapun nyinyir di tubir mimpi yang didapati, aku sangatlah bahagia. Dan kuharap itu bisa kau ingat sebagai penanda untukmu satu cinta dari hati.

Perempuan..
Jalanku memang terjal. Perangaiku pun cukup berliku. Sungguh, aku sadari itu. Tapi, aku bukan tanpa up
aya untuk merubah diri. Dalam banyak hal aku salah, itu pun kuakui selalu. Namun, aku bukan tanpa alasan menjujurkan sikap yang telah kau temui dari diri. Egoku terlalu kental, itu juga tak kuhindari. Hanya, aku bukan tanpa sesal bila teringat setelahnya.

Perempuan..
Ada beragam perihal dari ku yang mungkin telah melukai dirimu. Ada bermacam peristiwa yang kau alami denganku dan itu menyakitimu. Hanya, kuharap kau mau sebentar saja memahami bahwa itu tak lebih dikarenakan kelimbunganku memastikan artiku di hadapmu. Aku menyayangimu, dan itu berulangkali kuteguhkan pada setiap gerakku. Aku ingin kamu meskipun aku tak pernah tahu bagaimana sebenarnya kau memaknaiku. Kalaupun ada yang melenceng dari niatan itu, mengertilah bahwa itu kan kuperbaiki.

Perempuan..
Saat kau terdiam dan berkata bahwa kau tak ingin membahas semua dan tak ingin lagi melirihkan semua ini, Aku tergetar. Nanar menahan isak sesal dan harapan yang seolah terjungkal. Aku tak mampu dan tiba-tiba kehilangan daya untuk berbuat yang mungkin benar. Duniaku serasa kembali hampa, menjadi gulita tanpa terang yang sudah kau beri. Bila saja masih ada kesempatan untukku meluruskan segala, aku akan bersimpuh di hadapmu sembari berkata; tunggulah sebentar.. janganlah kau diam hingga usai semua labil diri. Tunggulah sebentar.. jangan kau beranjak hingga runtuh semua keras hati.. Tapi itu tak kudapatkan, dan aku hanya bisa pasrah mengiyakan.

Perempuan..
Kemanapun akhirnya putusanmu berlabuh, aku tak akan lagi mengganggu. Cukup sudah aku membuatmu lara, dan kuharap kau mengerti di saat yang tersisa ini; maafmu sekali lagi adalah satu hal yang sungguh kuharap dapat menyimpannya dalam diri. Sedang kau tentu berhak untuk menyumpah segala yang telah terjadi. Tapi aku, di sini, pada getir yang takkan bisa kuobati, hanya ingin mengatakan: terimakasih tlah sudi berbagi cinta dan hari. Memang kisah perjalan cinta kita ini sangatlah cepat. Ah, andai saja aku tidak seperti ini…

Perempuan..
Bila suatu hari nanti kau mau membuka pintu diam mu, kabarilah aku. Sebab, saat itu aku sudah memastikan, kaulah cintaku, permadani jiwaku, penyejuk resah duniaku. Aku tak ingin kau pergi, aku tak ingin itu sekedar mimpi. Namun, kumohon, kabarilah aku. Dan aku kan datang dengan segala perihal yang tak lagi memberi lara. Aku hanya ingin kau bahagia.. Terimakasih cinta..

Itu sosok perempuan menurut perspektif laki-laki (@RobbyYArobby) . apa kalian setuju?? :)

Rabu, 05 Desember 2012

Keadaan yang Tak Sejalan ...

Siapa yang menuliskan kata, kukira hanya persoalan dalam duga. Aku tidak utuh mengenalmu, hanya sekilas sempat mengeja namamu. Di dinding itu, di sela kesibukan yang kita jejalkan di mata waktu, aku, kamu, dan entah siapa, barangkali takkan pernah bertemu alasan untuk bertukar jemu. Tapi, sekali ini saja, aku terpaksa melupakan etika dan prasangka. Agar tak jengah lembaran ini menyapamu. Mengirimkan seucap salam pada hidupmu.

Aku sebenarnya tak mengerti di mana ini bermula. Tidak jua kumiliki kemampuan menuliskan alasan mengapa. Aku hanya percaya bahwa setiap kita berhak mendapatkan aksara cinta. Dan hasrat bisa tertunaikan oleh paragraf yang datang tiba-tiba bersama rasa. Lagipula menulis bukanlah sebuah dosa. Karena itu, kusimpan doa dalam pesan yang bisa saja tidak kau baca. Tapi itu bukan persoalan yang kukhawatirkan. Toh, harapan dan kenyataan sudah biasa berbeda.

Ah, barangkali ini terlalu rumit. Apapun, kali ini aku hanya ingin berbagi doa dengan kamu. Kuhaturkan barisan huruf agar dihadirkan yang terindah dalam hidupmu, hidupku, hidup mereka, oleh Dia yang Maha Satu. Berharap semoga kelak tercapai segenap cita, dan tak lagi kita temui peristiwa haru yang membuat pilu. Hanya itu.. Doa ku..



P.S : Sebenernya itu kisah dan kepiluan hatinya temen gue. Si salah satu personel "Gerup nunungCs" :)  What do you think about that?

Birthday Note Squad FC Internazionale Musim 2012-2013

SKUAD Resmi Inter Musim 2012-2013 :

• COACH •
Andrea Stramaccioni

Penjaga Gawang
1 Samir Handanovic
Sabtu, 14 Juli 1984

12 Castellazzi Luca
Sabtu, 19 Juli 1975

27 Belec Vid
Rabu, June 6 1990

32 Cincilla Matteo Antonio
Senin, 24 Oktober 1994

Belakang
4 Zanetti Javier
Jumat, 10 Agustus 1973

6 Silvestre Matias Augustin
Selasa, 25 September 1984

23 Ranocchia Andrea
Selasa, 16 Februari 1988

25 Samuel Walter Adrian
Kamis, 23 Maret 1978

26 Chivu Cristian
Minggu, 26 Oktober 1980

31 Alvaro Daniel Pereira Barragan
Kamis, 28 November 1985

33 Mbaye Ibrahima
Sabtu, 19 November 1994

40 Juan Guilherme Nunes Jesus
Senin, 10 Juni 1991

42 Jonathan Cicero Moreira
Kamis, 27 Februari 1986

44 Bianchetti Matteo
Kamis, 17 Maret 1993

55 Nagatomo Yuto
Jumat, 12 September 1986

Tengah
5 Stankovic Dejan
Senin, 11 September 1978

7 Coutinho Correia Philippe
Jumat, 12 Juni 1992

10 Sneijder Wesley
Sabtu, 09 Juni 1984

11 Alvarez Ricardo Gabriel
Selasa, 12 April 1988

14 Guarin Vasquez Fredy Alejandro
Senin, 30 Juni 1986

16 Mudingayi Gaby
Kamis, 01 October 1981

17 MacDonald Mariga Wanyama
Sabtu, 04 April 1987

19 Cambiasso Esteban Matias
Senin, 18 Agustus 1980

20 Obi Joel Chukwuma
Rabu, 22 Mei 1991

21 Gargano Guevara Walter A.
Senin, 23 Juli 1984

24 Benassi Marco
Kamis, 05 Mei 1994

41 Duncan Joseph Alfred
Rabu, 10 Maret 1993

52 Romanò Andrea
Jumat, 23 Juli 1993

Depan
8 Palacio Rodrigo Sebastian
Jumat, 05 Februari 1982

22 Milito Diego Alberto
Selasa, 12 Juni 1979

88 Livaja Marko
Kamis, 26 Agustus 1993

99 Cassano Antonio
Senin, 12 Juli 1982

Kenapa Aku Seperti ini?


Kenapa aku seperti ini? Hmm. Yaaa! Aku ingat sekali bagaimana caramu memperlakukan aku, hingga aku fikir akulah satu-satunya wanita yang memenuhi hari-harimu, nyatanya tidak! Aku adalah wanita kesekian yang hadir dihari-harimu. Bahkan kamu menyamaratakan semua wanita, mempermainkannya sesuka hati, tanpa tau bagaimana besar harapan mereka terhadapmu, ketika rasa jenuh dalam otakmu mulai mendominasi, kau mencari wanita lain untuk mengganti dan meninggalkannya. Segampang itukah kamu mengeluarkan kata-kata sayang? "Aku cemburu tau!" , "aku kangen kmu yaang", "aku mau nonton sm km", bla bla bla . . . . Kau menjelma sebagai laki-laki tampan dengan sikap yang humble dan friendly hingga membuat semua wanita merasa "waw" dengan hadirnya dirimu. Selalu mencari dan mempermainkan hati wanita layaknya kau mengganti sepatu dihari-harimu. Semudah itukah? Kurasa kau butuh psikiater untuk mengetahui apa yang sebenernya kau butuhkan dari seorang wanita. Hingga kau dengan sampai hati menjadikan mereka sebagai boneka hidupmu. Kau sangat pintar dalam hal tarik ulur suatu hubungan, jelas hubungan yang kau bangun sangat tidak sehat, kau hanya memikirkan kesenangan dan kepuasan mu, tanpa berfikir jika salah satu sodaramu ada diposisi wanita yang kau permainkan, apa reaksimu? Marah? Kesel? Atau bahkan biasa aja karena kau berfikir hal itu memang tak perlu dipusingkan.

Kenapa aku seperti ini? Karena aku sangat kecewa ketika mengetahui bahwa kau mempermainkanku, aku kecewa ketika melihat kau bermanis-manis dengan wanita lain, aku kecewa ketika marahmu hanyalah omong kosong, aku kecewa ketika cemburumu hanyalah trik semata, aku kecewa ketika kepedulianmu terhadapku hanyalah bagian dari pencitraanmu. Semakin berjalannya waktu, rasa sayang yang tumbuh semakin dalam, aku menyalahkan diriku sendiri, karena aku menyayangi seorang yang tak bisa menghargaiku. Entah apa yang ada diotakmu ketika kita liburan bersama dipantai anyer, bolak-balik nonton dibioskop, berkali-kali jalan bareng kesebuah mall di Jakarta, kau dengan lugasnya memegang pinggangku ketika kita jalan berdua, sesekali kau genggam tangan ini, bahkan terkadang kau rangkul aku hingga aku merasa nyaman dengan semua itu. Aku disini setia menunggu kepastian darimu, kepastian akan hubungan kita. Kau menunjukkan kedekatan denganku hanya di bbm (blackberry messanger) ketika ku minta kau show off sedikit tentang hubungan kita di social media? Apa kau sanggup? Apa kau bisa? Jelas tidak! Kau menutupi semuanya dari para wanita-wanita yang masuk dalam perangkapmu. Aku menyayangimu, aku mengagumimu, bahkan aku merasa jatuh cinta padamu. Sampai akupun bingung, kenapa semua ini bisa terjadi? Dan kenapa aku mudah jatuh hati padamu? Hal apa yg kau lakukan untuk ku?