Minggu, 30 September 2012
Proud of you il Capitano !
Pemain bek Inter Milan, Javier Zanetti, mengaku tak tertarik menjadi pelatih InterMilan. Jika nanti pensiun, dia ingin tetap bekerja di Inter. Bukan sebagai pelatih, tapi direktur.
Pemain asal Argentina ini sudah berumur 39 tahun. Dia sudah membela Inter dalam 800 pertandingan. Untuk pertama kalinya sejak 2008, dia dibangku cadangan kala Inter melawan Siena, Minggu (23/9/2012).
Zanetti sangat dihormati oleh manajemen juga suporter Inter. Bahkan, banyak wacana yang menyebutkan bahwa dia pantas menjadi pelatih atau bahkan presiden Inter.
"Aku akan terus bemain selama masih memiliki kesenangan. Secara fisik aku merasa baik," katanya dalam wawancara dengan media PerformGroup, Jumat (28/9/2012).
"Ketika saatnya harus membuat sebuah keputusan, aku akan melakukannya dalam kedamaian. Pelatih? Tidak, aku akan lebih tertarik menjadi direktur Inter," tegasnya.
Zanetti juga mengatakan, "Aku ingin memiliki karier itu untuk membantu Inter tetap menjadi klub hebat. Kukira akan sangat menarik bekerja di belakang meja. Presiden? Tidak, aku tak bisa bercita-cita meraih posisi itu untuk jangka waktu panjang. Bagaimanapun, aku akan mencoba melakukan yang terbaik seperti yang selalu kulakukan di lapangan. Berikut Profil lengkap mengenai il Capitano
Nama Lengkap : Javier Adelmar Zanetti
Tempat Lahir : Buenos Aires, Argentina
Tanggal Lahir : 10 Agustus 1973
Kebangsaan : Argentina
Posisi : Bek
Bermain di Klub : Inter Milan
Profil dan Perjalanan Karir sang kapten
Javier Adelmar Zanetti lahir pada tanggal 10 Agustus 1973 di Buenos Aires, Argentina. Dia mendapat julukan Pupi di Argentina. Setelah bermain di Italia, Zanetti kembali mendapat julukan, yaitu Il Trattore (The Tractor) karena kekuatan, keuletan, stamina dan kemampuan berlarinya melewati pemain bertahan lawan ketika ikut membantu menyerang dari posisi bek kanannya. Belakangan ini dia juga bermain di posisi pemain tengah kanan.
Setelah ditolak masuk ke tim muda Independiente, Zanetti bergabung dengan Talleres de Remedios de Escalada (tim divisi 2). Tetapi tidak lama kemudian pada tahun 1993 dia pindah ke klub divisi satu Argentina, Banfield. Zanetti yang saat itu masih berumur 20 tahun memulai debutnya pada tanggal 12 September 1993 ketika melawan River Plate. Gol pertamanya terjadi 17 hari kemudian saat melawan Newell's Old Boys yang berakhir dengan kedudukan 1-1. Penampilannya yang menawan membuatnya menjadi incaran klub-klub besar. Pada tahun 1995, dia akhirnya pindah ke Inter menjadi pembelian pertama dari Massimo Moratti.
Debutnya bersama Inter terjadi pada tanggal 27 Agustus 1995 saat melawan Vicenza. Kualitas Zanetti membuatnya menjadi pemain sepak bola yang dihormati. Meski terkadang dia dikritik sebagai pemain yang suka protes saat di lapangan, tetapi dia berhasil menjadi salah satu pemain Inter yang paling konsisten, dapat diandalkan dan bisa dipercaya. Karena itu dia diangkat menjadi kapten tim, dan mendapatkannya dari pemain bertahan legenda Inter, Giuseppe Bergomi.
Zanetti mulai bermain bagi tim nasional Argentina pada tanggal 16 November 1994 melawan Chili. Saat itu Argentina masih dilatih oleh yang saat itu dilatih oleh Daniel Passarella. Sejak saat itu dia menjadi bagian penting dari tim nasional. Namun ada suatu kontroversi, setelah memperkuat timnas selama babak kualifikasi, Zanetti tidak dipanggil untuk memperkuat tim nasional Argentina untuk putara final Piala Dunia 2006 oleh pelatih Jose Pekerman. Pelatih itu lebih memilih memanggil Lionel Scaloni. (My/iisip)
Langganan:
Komentar (Atom)